BPBD Kotawaringin Timur Kaji Kenaikan Status Bencana Karhutla
Selasa, 21 Jul 2026, 12:54 WIBSAMPIT â Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengkaji potensi menaikkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga menjadi tanggap darurat seiring peningkatan kejadian kebakaran.
âKami lakukan kalkulasi ulang terkait situasi karhutla. Ada fitur yang belum kami dapatkan pada kualitas udara. Yang sudah masuk ada tiga parameter sesuai dokumen Rencana Kontigensi Bencana Karhutla," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin (Kotim) Multazam di Sampit, Selasa (21/7).
Ia menjelaskan tiga parameter yang telah terpenuhi meliputi frekuensi kejadian karhutla yang mencapai empat hingga lima kejadian dalam sehari, tinggi muka air tanah yang telah berada di bawah minus 60 sentimeter, dan jumlah titik panas (hotspot) yang telah melebihi lima titik.
Meski tiga indikator tersebut memenuhi kriteria, pemerintah daerah belum dapat menetapkan kenaikan status karena masih menunggu data kualitas udara sebagai parameter penting dalam pengambilan keputusan.
BPBD Kotim saat ini terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk memperoleh data tersebut.
Ia menambahkan kualitas udara menjadi indikator yang sangat menentukan karena berkaitan langsung dengan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas sehari-hari.
Oleh sebab itu BPBD bersama seluruh pemangku kepentingan memilih berhati-hati sebelum mengusulkan perubahan status agar keputusan yang diambil benar-benar didasarkan pada data yang akurat dan sesuai ketentuan.
âKualitas udara menjadi kunci parameter agar dalam situasi penetapan status menjadi lebih akurat,â ucap Multazam.
Sehubungan dengan status kebencanaan ini, sebelumnya Pemkab Kotim telah menetapkan status siaga bencana karhutla dan kekeringan selama 185 hari yakni mulai 8 April hingga 10 Oktober 2026.
Penetapan status dilakukan lebih awal agar seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan memiliki waktu menyiapkan anggaran, personel, sarana, serta upaya mitigasi sebelum memasuki periode rawan bencana.
Disamping itu ia juga menyampaikan perkembangan kejadian karhutla di wilayah setempat yang terus mengalami peningkatan, khususnya selama Juli 2026 sejalan dengan dimulainya musim kemarau.
Tercatat dari Januari hingga 18 Juli 2026, tercatat karhutla telah menghanguskan sedikitnya 171,9 hektare lahan. Selama periode tersebut terdeteksi 423 titik panas dan 85 kejadian karhutla, dengan 77 kejadian berhasil ditangani petugas gabungan.
- Karhutla
- BPBD Kotawaringin Timur
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Marc Marquez Bikin Ducati Terpesona, Luigi Dall'Igna Ungkap Pujian Mengejutkan
-
Pulih dari Cedera, Dony Tri Pamungkas Optimistis Persija Dapat 3 Poin Lawan PSIM
-
Sapu Bersih Angkot Bodong, Pemkot Bogor Targetkan 516 Armada Dibekukan Hingga Akhir 2026
-
Antisipasi Kabut Asap, Polres Aceh Barat Bagikan 1.000 Masker
-
Kebakaran Hutan Meluas di California, Melahap Rumah-rumah Mewah Bernilai Jutaan Dolar
-
Makassar Bakal Punya Perda HIV, Upaya Perkuat Pencegahan dan Penanganan HIV/AIDS
-
Cetak 1 Gol dan 2 Assist di Laga Terakhir! Lionel Messi Resmi Gantung Sepatu dari Timnas Argentina
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.