Puncak Musim Kemarau di Wilayah Sulut pada Agustus-September

Senin, 20 Jul 2026, 23:33 WIB

Manado - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak musim kemarau di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada bulan Agustus dan September 2026.

"Kita memang baru memasuki musim kemarau pada bulan Juni dasarian dua," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi M Candra Buana, di Manado, Senin.

Ket. Foto: Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi M Candra Buana. — Sumber: Antara

Puncak musim kemarau pada bulan Agustus, kata Candra, diperkirakan terjadi di Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Sementara puncak musim kemarau pada bulan September terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Candra mengatakan, tingkat kekeringan satu wilayah biasanya dipantau melalui hari tanpa hujan.

"Hari tanpa hujan terpanjang terpantau di Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow yaitu selama 35 hari, diikuti Kecamatan Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan selama 34 hari," ujarnya.

Dia menyebutkan, potensi ancaman bencana yang bisa terjadi akibat musim kemarau yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berkurangnya debit air.

Oleh karena itu, dia mengimbau warga agar bijaksana dalam menggunakan air serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Hindari membuka lahan dengan cara membakar karena area yang terbakar bisa meluas," kata Candra mengingatkan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.