BMKG Ingatkan Kota Sampit Berpotensi Terdampak Kabut Asap
Senin, 20 Jul 2026, 11:48 WIBSAMPIT â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menyebut Sampit berpotensi terdampak kabut asap apabila kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah selatan terus meluas, seiring dominan arah angin tenggara atau angin timuran.Â
âSekarang angin timuran sudah dominan. Jadi, jika karhutla terjadi di wilayah selatan, kemungkinan besar asapnya akan terbawa ke Kota Sampit, yang kami takutkan itu,â kata Kepala BMKG Kotawaringin Timur, Mulyono Leo Nardo, di Sampit, Senin (20/7).
Ia menjelaskan pada musim kemarau saat ini pola angin didominasi bertiup dari arah timur, tenggara dan selatan yang berpotensi membawa asap karhutla menuju wilayah perkotaan.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama mengingat berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebagian besar kejadian karhutla belakangan ini memang terjadi di wilayah selatan.
âKalau kebakaran hutan dan lahan banyak di daerah selatan, asap-asap itu akan dibawa ke daerah Sampit atau ke wilayah utara mengikuti arah angin yang dominan,â ujarnya.
Mulyono juga menerangkan fenomena kabut asap yang muncul pada malam hingga pagi hari dipengaruhi perubahan kecepatan angin. Saat siang hari, angin yang relatif lebih kuat membuat asap terus bergerak dan menyebar ke wilayah lain.
Sebaliknya, ketika memasuki malam hari, kondisi angin cenderung lebih tenang sehingga pergerakan asap melambat bahkan dapat bertahan di suatu wilayah dalam waktu lebih lama.
Hal ini menjadi jawaban atas kondisi Kotim, khususnya Kota Sampit, dalam beberapa waktu belakangan. Pada dini hingga pagi hari suasana berkabut akibat asap tebal meliputi wilayah tersebut.
âKalau malam hari anginnya cenderung lebih tenang, sehingga asap itu menetap di situ dan tidak bisa bergerak ke mana-mana. Itu sebabnya, kabut asap sering terlihat lebih pekat pada malam sampai pagi hari,â katanya.
- Kabut Asap
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mulai Oktober! Usia 17 Tahun Kini Bisa Buka Rekening BRI, Apa Syaratnya?
-
Gilitrawangan Tengah Kekeringan, Dicarikan Solusi Permanen
-
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker
-
Situasi Membaik, Sekolah di DKI Jakarta Kembali Normal pada Rabu Besok
-
Aksi Tanam 1.500 Bibit Mangrove dalam Rangkaian Peringatan HUT TNI
-
Akhirnya Beras Bantuan Diserahkan kepada Ribuan Keluarga di Jaksel
-
Flores Belum Tenang, BMKG Ungkap Ada 14.993 Gempa Susulan Sejak 15 Agustus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.