- Home
-
- Luar Negeri
-
- Final Piala Dunia 2026: Do...
Final Piala Dunia 2026: Donald Trump Dijadwalkan Serahkan Trofi Juara Bersama Presiden FIFA di New Jersey
Minggu, 19 Jul 2026, 13:40 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dipastikan akan mencuri perhatian pada laga final Piala Dunia pada hari Minggu (19/7) waku setempatâsetelah sebelumnya sempat memicu salah satu momen paling kontroversial sepanjang turnamen berlangsung.
Trump dijadwalkan akan menyerahkan trofi Piala Dunia bersama Presiden FIFA sekaligus teman dekatnya, Gianni Infantino, kepada sang juara dalam laga antara Spanyol dan Argentina.
Pertandingan yang digelar di New Jersey ini menjadi laga Piala Dunia pertama yang dihadiri langsung oleh Trump. Sebuah langkah yang terbilang tidak biasa bagi pemimpin berusia 80 tahun yang dikenal sangat menyukai sorotan kamera tersebut.
Kendati demikian, ini bukan pertama kalinya Trump melakukan intervensi dalam turnamen ini.
Kurang dari dua minggu lalu, Trump menuai kecaman setelah kedapatan menelepon Infantino secara pribadi. Ia meminta FIFA membatalkan kartu merah penyerang AS, Folarin Balogun, agar sang pemain bisa tampil di babak 16 besar melawan Belgia.
Meski memicu kontroversi besar terkait sportivitas dan penyalahgunaan pengaruh, Trump tetap memuji Piala Dunia 2026 sebagai edisi terbaik yang pernah ada.
"Ini adalah ajang olahraga paling sukses, mungkin dalam sejarah dunia. Benar-benar luar biasa," kata Trump dalam acara resepsi FIFA bersama Infantino di Trump Tower, New York, pada hari Jumat.
Trump menambahkan bahwa turnamen ini telah membantu mendongkrak popularitas sepak bola di Amerika Serikat, negara yang selama ini didominasi oleh NFL, bisbol, dan bola basket.
"Ternyata kita adalah negara sepak bola, dan saya pikir status ini akan bertahan," tambah Trump, seraya menyebut bahwa putranya yang berusia 20 tahun, Barron, adalah penggemar berat olahraga ini.
Ibu Negara Melania Trump dan ayahnya, Viktor Knavs, juga dijadwalkan hadir mendampingi Presiden AS tersebut.
Diplomasi Sepak Bola di Tengah Ketegangan Global
Laga final ini juga bisa menjadi momentum penting bagi diplomasi internasional yang sedang mendingin.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dan keluarga kerajaan Spanyol dipastikan hadir. Padahal, belum lama ini Trump sempat mengecam Madrid karena dinilai gagal membantu dalam konflik Iran dan kurang berkontribusi dalam anggaran NATO.
Pemimpin negara tuan rumah bersama Piala Dunia, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney, juga akan hadir di tengah ketegangan yang terus berlanjut dengan Presiden AS yang dikenal temperamental tersebut.
Pada hari Jumat, Trump sempat mengancam Kanada dengan memberlakukan tarif dagang baru akibat kabut asap kebakaran hutan Kanada yang bertiup ke wilayah timur laut AS, yang dikhawatirkan mengganggu kualitas udara saat final Piala Dunia.
Sementara itu, hubungan Meksiko dengan Washington juga tetap tegang menyusul kebijakan penindasan imigrasi skala besar yang diterapkan Trump serta ancaman aksi militer terhadap kartel narkoba.
Pertemuan terakhir antara para pemimpin AS, Kanada, dan Meksiko terjadi saat pengundian grup Piala Dunia di Washington pada Desember lalu. Pengamanan ketat akan mengawal kehadiran Trump, termasuk pemberlakuan zona larangan terbang di sekitar stadion saat ia bertolak dari klub golf miliknya di New Jersey.
Kedekatan dengan Infantino & Ambisi Panggung Utama
Meski fokus utama berada di lapangan hijau, Trump diprediksi akan bersaing ketat untuk menjadi pusat perhatian media.
Trump terus menempelkan citra politiknya pada Piala Dunia sejak ia kembali menduduki Oval Office pada Januari 2025. Sejak saat itu, ia telah menjamu Infantino dalam beberapa kesempatan.
Ia berulang kali sesumbar bahwa dirinya lah yang memenangkan hak bagi AS untuk menggelar Piala Dunia dan Olimpiade Los Angeles 2028 selama masa jabatan pertamanyaâsebelum akhirnya kalah dari Joe Biden pada pemilu 2020, hasil pemilu yang hingga kini masih ditolaknya.
"Saya seharusnya tidak berada di sini sekarang, saya sudah jadi presiden selama delapan tahun... mereka mencurangi pemilu dan apa yang saya dapatkan? Saya mendapatkan Piala Dunia dan Olimpiade," klaim Trump pada hari Jumat.
Trump juga sempat berseloroh tentang keinginannya agar AS bisa menjadi tuan rumah bersama China di Piala Dunia masa depan. Candaan ini terlontar hanya sehari setelah ia menuduh Beijing ikut campur dalam pemilu 2020.
"Kali ini kita tidak akan mengajak Meksiko dan Kanada," guraunya.
Trump, yang sempat bermain sepak bola di masa mudanya, bahkan melayangkan kritik tajam terhadap taktik bertahan Inggris di semifinal saat kalah dari Argentina, serta mengecam keputusan pelatih Thomas Tuchel yang dinilai terlalu defensif setelah sempat unggul.
Kini, semua mata tertuju pada apa yang akan dilakukan Trump di atas lapangan.
Pada final Piala Dunia Antarklub FIFA di stadion New Jersey yang sama tahun lalu, skuad juara Chelsea sempat dibuat "kebingungan". Pasalnya, Trump tetap berdiri di atas podium dan ikut berpose saat para pemain merayakan trofi yang baru saja ia serahkan.
Trump kemudian mengklaim bahwa ia diizinkan menyimpan trofi asli tersebut di Oval Officeâmeski FIFA langsung mengklarifikasi bahwa trofi yang dipajang Trump sebenarnya hanyalah replika.
- Final Piala Dunia 2026
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Generasi Muda RI Diminta Tiru Etos Kerja Tiongkok, PPIT: Jangan Hanya Jadi Pasar Global
-
Digerebek Polisi, Pemuda 20 Tahun di Brondong Lamongan Kedapatan Simpan Ribuan Botol Barang Terlarang Ini
-
Bulog Percepat Salurkan Banpang di Jakarta untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan
-
Konsa Menambah Keunggulan Inggris atas Prancis Menit 18
-
Piala Dunia, Inggris Kejutkan Prancis Menit 3 dengan Gol Oleh Sang Kapten
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.