Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Main Gim! Menekraf Teuku Riefky Gandeng AS Buka Jalur Karier Baru Generasi Muda di Industri Esports

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Sekadar Main Gim! Menekraf Teuku Riefky Gandeng AS Buka Jalur Karier Baru Generasi Muda di Industri Esports Doc: Antara
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyampaikan sambutan saat membuka National Championships Grand Finale ASIED di @america, Pacific Place, Jakarta, Jumat (17/7).

Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat pengembangan talenta industri gim nasional melalui dukungan terhadap National Championships Grand Finale American Spaces Indonesia Esports Development (ASIED) untuk peluang karier generasi muda di ekosistem gim dan esports.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan ASIED tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan industri kreatif melalui workshop, masterclass, dan pendampingan selama enam bulan.

"Yang saya sukai dari ASIED adalah program ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang belajar, membangun kepercayaan diri, dan menciptakan peluang. Melalui workshop, masterclass, hingga kejuaraan ini, peserta memperoleh pengalaman dan keterampilan yang menjadi bekal untuk terus berkembang di masa depan," kata Teuku Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (19/7).

Menurut dia, industri esports kini telah berkembang menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif karena menciptakan berbagai profesi baru di luar atlet gim. Ekosistem tersebut mencakup profesi seperti caster, content creator, pelatih, penyelenggara turnamen, hingga pengembang konten digital.

Ia menambahkan Kementerian Ekraf akan terus memperluas akses ruang belajar, ruang berkarya, serta creative hub di berbagai daerah melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. Langkah tersebut diharapkan mampu mencetak lebih banyak talenta yang siap memasuki industri gim nasional.

Program ASIED merupakan hasil kolaborasi Kementerian Ekraf dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, American Spaces Indonesia, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Yayasan Odong Prestasi Indonesia, dan Akademi Garudaku. Melalui jaringan American Corner, program ini telah menjangkau lebih dari 1.200 peserta dari berbagai daerah.

Sementara itu, Acting Country Public Affairs Officer Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Abraham Lee mengatakan ASIED dirancang untuk memperkenalkan beragam peluang karier di industri esports, mulai dari event management, game operation, broadcasting, desain grafis, content creation, hingga pemasaran.

"Esports bukan sekadar bermain gim. Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa ekosistem *esports* membuka berbagai peluang karier di sektor ekonomi kreatif," kata Abraham Lee.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.