Fauzi Bowo: Ali Sadikin Meletakkan Fondasi Pembangunan Kebudayaan Jakarta

Sabtu, 18 Jul 2026, 09:32 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012 Fauzi Bowo menilai Gubernur DKI Jakarta periode 1966-1977 Ali Sadikin telah meletakkan dasar-dasar pembangunan kebudayaan ibu kota dan menjadi fondasi kemajuan Jakarta sebagai kota metropolitan.

“Kebudayaan sebagai fondasi pembangunan bukan hanya sekedar pelengkap,” kata Fauzi Bowo saat Peringatan 100 tahun kelahiran Ali Sadikin di Jakarta, Jumat.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012 Fauzi Bowo bersama Ketua Umum Pemuda Kaum Betawi, Masykur Isnan dalam sebuah diskusi. — Sumber: ANTARA

Pria yang akrab disapa Foke itu menilai sejumlah pemikiran pokok Ali Sadikin ditegaskan kembali sebagai rujukan dalam membaca arah pembangunan kebudayaan Jakarta hari ini, termasuk di tengah tantangan era digital.

Pemikiran itu, kata dia, bermula dari sebuah pertanyaan sederhana pada awal 1968, yakni "ke mana perginya para seniman yang dahulu biasa berkumpul di kawasan Senen?".

Foke menilai mereka berhenti berkumpul karena tempat berkumpul itu sudah tidak ada.

“Dari situlah lahir keyakinan bahwa pemerintah wajib menyediakan ruang bagi seniman untuk berkreasi, sebab kemajuan kota tidak cukup diukur dari gedung tinggi atau pertumbuhan ekonomi, melainkan juga dari kehidupan seni dan budaya masyarakatnya,” kata dia.

Ia mengatakan kebudayaan membangun karakter, memperkuat identitas kota, dan menjadi ruang dialog antarkelompok masyarakat, sehingga pemerintah tidak boleh pasif terhadap pertumbuhan meski kegiatan tersebut tidak selalu menguntungkan secara fiskal.

Bang Ali, kata Foke, berpandangan bahwa kesenian mesti hidup dan berkembang sesuai denyut yang diinginkan Jakarta sendiri.

“Prinsip ini diwujudkan lewat pembentukan Dewan Kesenian Jakarta pada Juni 1968 yang bertugas memberi nasihat kepada Gubernur dalam membina kebudayaan Jakarta, diminta maupun tidak,” kata dia.

Pola serupa terlihat pada pendirian Lembaga Kebudayaan Betawi tahun 1977 yang pengelolaannya diserahkan kepada masyarakat, sedangkan Pemerintah DKI Jakarta hanya memberi bimbingan dan bantuan seperlunya.

Fauzi Bowo juga mengenang bahwa tidak ada simbol yang lebih kuat bagi visi kebudayaan Ali Sadikin selain Taman Ismail Marzuki (TIM).

Lokasi monumen yang diiresmikan pada 10 November 1968 itu sengaja dipilih di sentral Jakarta agar mudah dijangkau.

Menurut dia, TIM bukan sekadar hunian kompleks gedung pertunjukan, melainkan manifestasi tanggung jawab negara menyediakan ruang bagi tumbuhnya kreativitas.

Dari titik ini lah, seniman lintas disiplin mulai tersebar, mulai teater, musik, tari, sastra, seni rupa, hingga perfilman, berkarya, berdiskusi, dan bertemu dengan intelektual, mahasiswa, serta masyarakat umum, sehingga tercipta iklim budaya yang dinamis yang menjadikan Jakarta sebagai perkembangan seni kontemporer Indonesia.

  • Ali Sadikin

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Transjakarta Operasikan Armada Bantuan karena KRL Bogor-Jakarta Kota Alami Gangguan

KRL Commuter Tabrak Orang di Dekat Stasiun Tebet, Transjakarta Bantu Angkut Penumpang

Tim Gabungan Gagalkan Peredaran Ganja via Media Sosial di Balikpapan.

Gangguan KRL Bikin Penumpang Terdampak, Transjakarta Langsung Operasikan Armada Bantuan

KPK Ungkap Dugaan Pengondisian Audit BPK di Wilayah Lain Sumatera Selatan.

El Nino Mengganas, Honduras Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro

Kemenag Satukan Guru Lintas Agama dalam Konfederasi Profesi Guru 2026–2030.

Namanya Mirip, Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix terkait Pelanggaran Merek Dagang "Kpop Demon Hunters"

Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Tempat Perawatan Pesawat Tempur TNI AU.

Harga Emas Antam Naik Rp80.000 Menjadi Rp2,725 Juta/Gr pada Kamis

Bantu Korban Gempa NTT, PMI DKI Jakarta Kirim Tim Medis ke Wilayah Terdampak

HUT ke-81 Jawa Barat, Sejarah Berdirinya Jabar Dibacakan dengan Lima Dialek Sunda.

Disperindag Kabupaten Lebak: Pasokan Melimpah, Harga Komoditas Cabai dan Bawang Turun 

Harga Cabai Rawit Rp52.750/Kg, Telur Ayam Rp22.650/Kg

Cegah Tawuran, Pemkot Jaksel Ngajak "Ngopi Cetar" di Kantor Wali Kotaa

Emas Antam Makin Mahal! Harga Hari Ini Meroket Rp80.000 per Gram Jadi Rp2,725 Juta/Gram

Harga Cabai Rawit Tembus Rp52.750/Kg, Telur Ayam Rp22.650: Cek Harga Pangan Terbaru!

Menhub Tegaskan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran

Pangeran Harry dan Meghan akan Pindah Lagi ke Inggris

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.