Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Maia Estianty Harapkan Perempuan Pelaku UMKM Banyumas Naik Kelas

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 15:59 WIB | Oleh:
Maia Estianty Harapkan Perempuan Pelaku UMKM Banyumas Naik Kelas Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Musisi sekaligus pengusaha Maia Estianty (tiga dari kanan) menyerahkan bantuan kepada perwakilan perempuan pelaku UMKM di Ethos Digital Valley, Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

BANYUAMS -- Musisi sekaligus pengusaha Maia Estianty menginginkan perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meningkatkan kapasitas usaha melalui pengelolaan bisnis yang konsisten, terencana, dan berkelanjutan agar mampu naik kelas.

"Saya bangga bisa menjadi bagian dari program ini. Perempuan pelaku UMKM memiliki peran ganda yang luar biasa. Selain menjalankan usaha, mereka juga mengurus keluarga. Ini adalah pekerjaan yang sangat mulia," kata Maia, di Ethos Digital Valley, Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Banyumas, Kamis.

Oleh karena itu, dia mengapresiasi penyaluran program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) PT Ethos Kreatif Indonesia bersama Yayasan Amal Bunda berupa paket sembako dan bantuan tunai kepada 250 perempuan pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas sebagai komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan perempuan.

Menurut dia, perempuan merupakan pilar penting dalam perekonomian keluarga, sehingga pemberdayaan perempuan akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ditemui usai acara, Maia mengingatkan pelaku UMKM agar tidak hanya berorientasi pada penjualan, juga memahami pengelolaan usaha secara menyeluruh.

“Pelaku usaha harus memperhitungkan biaya produksi, perpajakan, tenaga kerja, dan strategi pemasaran agar bisnis berkembang secara sehat,” katanya.

Dia menilai banyak UMKM mengalami kerugian, karena kurang cermat menghitung biaya usaha dan tidak konsisten membangun merek.

“Kesabaran, ketekunan, serta promosi yang berkelanjutan menjadi kunci agar usaha mampu bertahan dan berkembang,” kata Maia.

Chairman PT Ethos Kreatif Indonesia Mukit Hendrayatno mengatakan perusahaan mengintegrasikan kegiatan bisnis dan program sosial melalui Yayasan Amal Bunda untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.

"Strategi kami ke depan adalah mengintegrasikan keuntungan perusahaan untuk didistribusikan menjadi program terintegrasi. Kami ingin menciptakan ekosistem di mana bisnis Etos dan Yayasan Amal Bunda berjalan beriringan untuk menyentuh stakeholder yang membutuhkan," katanya pula.

Ia mengatakan program tersebut menyasar petani, peternak, dan pelaku UMKM, serta mencakup bantuan ketahanan pangan, beasiswa pendidikan, dan layanan pengobatan gratis.

Selain dana CSR, kata dia lagi, dukungan terhadap kegiatan sosial Yayasan Amal Bunda berasal dari skema sedekah sukarela karyawan, bukan dari kewajiban zakat perusahaan.

"Kalau kegiatan menyangkut CSR dan zakat, yang kami terapkan untuk mendukung kegiatan Amal Bunda lebih pada skema sedekah. Yayasan Amal Bunda juga memiliki perizinan dan pengelolaan yang terpisah sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Menurut dia, perusahaan menyediakan kotak donasi dan fasilitas pembayaran digital melalui kode QR untuk memudahkan karyawan bersedekah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.