• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Google Cloud Percepat Adop...

Google Cloud Percepat Adopsi Agentic AI di Indonesia, Fokus Bawa Implementasi ke Skala Produksi

Rabu, 15 Jul 2026, 17:55 WIB

JAKARTA – PT Google Cloud Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat adopsi agentic artificial intelligence (AI) di tanah air dengan membantu perusahaan mengubah proyek AI dari tahap uji coba menjadi implementasi berskala besar. Langkah strategis ini disampaikan dalam ajang Indonesia Leaders' Connect 2026 pada hari Rabu (15/7), sekaligus menjadi momen penyampaian visi perdana Karim Siregar sebagai Country Director Google Cloud Indonesia.

Menurut Karim, transformasi digital saat ini telah bergeser dari pendekatan cloud-first menuju AI-ready. Kondisi ini menuntut setiap perusahaan untuk mampu mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis secara aman, efisien, dan memberikan hasil bisnis yang terukur.

Ket. Foto: Pengunjung menjajal pengalaman memanfaatkan teknologi AI di Google Cloud Leader's Connect yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Rabu (15/7). Google Cloud mempercepat adopsi agentic AI di Indonesia melalui Gemini Enterprise, perluasan tim engineer, dan dukungan implementasi AI berskala besar di berbagai sektor industri. — Sumber: Google Cloud

"Di era agentic AI, salah satu tolok ukur penting bagi kapabilitas engineering adalah kemampuan menghadirkan solusi dalam skala Indonesia yang sesungguhnya," ujar Karim dalam keterangan resminya pada hari Rabu (15/7).

Ia menilai Indonesia sebagai pasar yang menantang sekaligus potensial karena memiliki jutaan pengguna yang mengandalkan perangkat seluler dan tersebar di berbagai wilayah, mulai dari kota metropolitan hingga daerah tingkat dua dan tiga.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Google Cloud menawarkan AI stack terpadu dan platform Gemini Enterprise. Platform ini dirancang khusus untuk membantu perusahaan memodernisasi sistem lama, mengelola biaya penggunaan AI (tokenomics), serta mengembangkan agen AI secara aman dari tahap eksperimen hingga implementasi penuh.

Berbagai Sektor Mulai Memanfaatkan AI

Google Cloud menyebutkan bahwa transformasi AI telah mulai menghasilkan nilai bisnis nyata di berbagai sektor industri di Indonesia.

Sektor Media dan Teknologi

Emtek Group mengembangkan visi Studio of the Future melalui pemanfaatan AI generatif dalam proses produksi konten. Melalui platform VidioGen yang dikembangkan oleh tim teknologi Vidio, perusahaan mengklaim berhasil memangkas waktu dan biaya redevelopment serial New Keluarga Somat hingga 30 persen tanpa mengurangi peran kreatif manusia. Pemanfaatan AI ini kini diperluas ke berbagai fungsi perusahaan, termasuk pengembangan no-code agents, Gemini Enterprise Agents, hingga pembentukan AI Center of Excellence.

Sektor Telekomunikasi

Indosat memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, mendukung pengambilan keputusan infrastruktur jaringan, serta membangun sovereign AI Grid. Dalam kurun waktu 90 hari, perusahaan mengklaim berhasil menurunkan tingkat pelanggan yang berhenti menggunakan layanan (user churn) hingga 50 persen, meningkatkan Average Revenue Per User (ARPU) lebih dari 6 persen, serta mengidentifikasi potensi penghematan biaya sekitar US$86,5 juta melalui keputusan kapasitas jaringan berbasis AI.

Sektor Perbankan

PT Bank CIMB Niaga Tbk bekerja sama dengan Google Cloud dan Artefact mengembangkan sejumlah enterprise AI agents melalui AI Center of Excellence internal perusahaan. Solusi tersebut mencakup Relationship Manager AI Agent yang membantu merangkum sentimen pasar dan tren keuangan bagi penasihat investasi, serta Contact Center AI Agent yang memberikan informasi produk dan prosedur secara real-time kepada petugas layanan pelanggan selama berinteraksi dengan nasabah.

Untuk memenuhi ketentuan regulasi penyimpanan data di dalam negeri, seluruh infrastruktur pendukung sistem tersebut ditempatkan di Google Cloud Region Jakarta.

"Peluangnya kini bukan lagi sekadar bereksperimen dengan teknologi baru. Peluang sesungguhnya adalah menggunakan AI untuk menyelesaikan masalah nyata, di dalam organisasi nyata, dan dalam skala yang nyata," kata Karim menegaskan.

Fokus pada Efisiensi Biaya AI

Selain mempercepat implementasi, Google Cloud juga menyoroti pentingnya pengelolaan biaya operasional AI yang cenderung membengkak seiring meningkatnya penggunaan model generatif. Melalui Gemini Enterprise, perusahaan menawarkan fleksibilitas dalam memilih model AI sesuai kebutuhan bisnis sehingga penggunaan token dapat lebih efisien.

Karena mengelola seluruh rantai teknologi secara mandiri—mulai dari Tensor Processing Units (TPU) hingga model Gemini—Google Cloud mengklaim mampu menekan biaya penggunaan AI bagi para pelanggannya. Di sisi lain, mereka juga menghadirkan berbagai perangkat FinOps dan tata kelola untuk memberikan visibilitas penuh terhadap penggunaan token, biaya operasional, serta kinerja AI kepada tim teknologi dan keuangan perusahaan.

Penambahan Tim Engineer di Indonesia

Untuk mendukung percepatan implementasi ini, Google Cloud turut memperluas organisasi Forward-Deployed Engineer (FDE) di Indonesia. Melalui program ini, Google Cloud menempatkan para spesialis AI secara langsung di lingkungan kerja pelanggan untuk membantu proses integrasi, mengurangi risiko implementasi, serta mempercepat penerapan solusi AI ke lingkungan produksi.

Tim tersebut akan mendampingi perusahaan dalam berbagai kebutuhan, mulai dari pengembangan agen layanan pelanggan berbasis AI, otomatisasi analisis data, hingga peningkatan efisiensi rantai pasok.

"Pemimpin bisnis di Indonesia kini tidak lagi mempertanyakan apakah mereka perlu mengadopsi AI generatif, melainkan seberapa cepat mereka dapat menerapkannya secara aman," ujar Karim.

Kehadiran para engineer Google secara langsung di perusahaan pelanggan diharapkan mampu mempercepat adopsi agentic AI, sekaligus membangun alur kerja berbasis kecerdasan buatan yang akan menjadi fondasi transformasi bisnis di masa depan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.