Empat Pasar Jadi Percontohan Digitalisasi Retribusi di Probolinggo
Rabu, 15 Jul 2026, 13:40 WIBPROBOLINGGO â Empat pasar menjadi proyek percontohan (pilot project) penerapan sistem retribusi digital di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yakni Pasar Dringu, Pasar Maron, Pasar Semampir, dan Pasar Paiton.
"Keempat pasar tersebut akan menjadi model sebelum dikembangkan ke pasar-pasar lainnya," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, dalam keterangannya di kabupaten setempat, Rabu (15/7).
Ia mengatakan hasil studi komparasi ke Kota Madiun memberikan banyak referensi mengenai transformasi pengelolaan pasar tradisional menjadi lebih modern dan tertata.
âPasar tradisional di sana berhasil berubah menjadi lebih bersih, nyaman dan ramah pengunjung. Selain itu, pengelolaan retribusinya juga sudah menerapkan digitalisasi dan elektronifikasi sehingga lebih efektif, transparan dan mudah diawasi,â katanya.
Menurutnya, implementasi digitalisasi di Kabupaten Probolinggo akan diawali dengan penyusunan kebutuhan data, mekanisme transaksi elektronik, dukungan infrastruktur, pembagian peran antar perangkat daerah serta penyusunan rencana tindak lanjut secara bertahap.
Sementara Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ mengatakan digitalisasi retribusi pasar merupakan bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih modern.
"Studi komparasi yang telah kami lakukan memberikan banyak pelajaran berharga bahwa pengelolaan pasar dapat dilakukan secara lebih modern, transparan dan akuntabel melalui digitalisasi serta elektronifikasi retribusi,â ujarnya.
Ia menjelaskan rapat koordinasi tersebut tidak boleh berhenti sebatas pembahasan, tetapi harus menghasilkan langkah nyata yang dapat segera diimplementasikan.
"Rakor itu harus melahirkan dokumen rencana aksi yang konkret, bukan sekadar wacana. Kita harus memiliki komitmen yang sama untuk menghadirkan tata kelola retribusi pasar yang lebih baik, transparan, akuntabel dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,â katanya.
Pemkab Probolinggo berharap dengan program digitalisasi maka pengelolaan retribusi pasar menjadi lebih efektif, meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pedagang serta mendukung percepatan transformasi digital di sektor perdagangan tradisional.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
SPMB SD dan SMP Negeri di Batam Resmi Dibuka, Jalur Afirmasi 8 Juni 2026.
-
Khofifah Minta Kepala Sekolah SMA di Jatim Menjadi 'Role Model' untuk Siswa dan Cegah 'Bullying'
-
Menara Boiler 60 Meter Roboh di Korsel: 5 Pekerja Hilang, Operasi Penyelamatan Balapan dengan Waktu
-
Pariwisata Probolinggo Bangkit Lewat Gelaran Seven Lakes Festival 2025
-
Sindikat TPPO Pakai Surat Pernyataan untuk Sandera Keluarga Pekerja Migran, Menteri P2MI: Itu Ilegal!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.