• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Wabup Jepara: Film “Kart...

Wabup Jepara: Film “Kartini” Dekatkan Gagasan Emansipasi kepada Generasi Muda

Minggu, 12 Jul 2026, 17:35 WIB

JAKARTA - Film Kartini versi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi medium mengenalkan kembali pemikiran RA Kartini kepada generasi muda. Pemutaran film berlangsung dalam rangkaian pameran TATAH di Museum Nasional Indonesia.

Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar mengatakan, Kartini bukan sekadar tokoh yang diperingati setiap tahun. Menurut dia, Kartini merupakan simbol keberanian berpikir, belajar, dan memperjuangkan kesempatan setara.

Ket. Foto: Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar — Sumber: RRI/Rini Hairani

"Bagi masyarakat Jepara, Kartini adalah semangat untuk terus belajar dan berpikir merdeka. Semangatnya membuka kesempatan bagi semua masyarakat," kata Ibnu dalam acara Pemutaran dan Diskusi Film Kartini versi PBB yang menjadi bagian dari rangkaian pameran TATAH di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Sabtu (11/7).

Ia mengatakan, film ini mampu mendekatkan nilai perjuangan Kartini melalui bahasa visual. Medium tersebut dinilai lebih mudah dipahami generasi masa kini.

Selain itu, lanjut dia, film juga mengajak masyarakat memahami perubahan yang bermula dari keberanian berpikir. Gagasan tersebut tetap relevan menghadapi berbagai tantangan zaman.

Dalam kesempatan itu, sutradara film biopik Kartini, Hanung Bramantyo, mengatakan film Kartini versi PBB tersebut berbeda dari tayangan bioskop. Ia mengatakan, penyuntingan ulang dilakukan untuk menghadirkan nilai historis yang lebih autentik.

"Film ini memberi rangsangan kepada penonton untuk mencari literatur dan mempelajari sejarah. Karena itu, ruang budaya perlu saling terintegrasi," kata Hanung.

Sementara itu Direktur TATAH, Veronica Rompies, berharap masyarakat mengenal Kartini sebagai pemikir besar. Menurut dia, gagasan progresif Kartini dapat menjadi warisan intelektual bagi generasi muda.

Ia mengatakan, kolaborasi antara film, pameran, dan diskusi publik, penyelenggara dapat melahirkan ruang pembelajaran yang mendorong masyarakat menggali lebih jauh pemikiran Kartini. Sekaligus menerjemahkannya dalam konteks masa kini.

"Mulai dari penguatan literasi, pelestarian budaya, pemberdayaan perempuan, hingga pengembangan ekonomi kreatiif. Di mana berakar pada nilai-nilai lokal," kata Veronica. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.