- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ancaman Krisis Belajar, Ba...
Ancaman Krisis Belajar, Bantuan Pendidikan Global Kini Malah Merosot
Minggu, 12 Jul 2026, 18:48 WIBJENEWA - Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO memperingatkan penyusutan bantuan pendidikan dan meningkatnya beban utang.
Penelitian baru-baru ini yang dirilis oleh UNESCO pada KTT Transformasi Pendidikan +4 (TES+4) menunjukkan sektor pendidikan menerima porsi yang semakin kecil dari bantuan pembangunan global. Bantuan untuk pendidikan hanya mencakup 7,5 persen dari total bantuan pembangunan resmi pada 2024, yang merupakan tingkat terendahnya dalam dua dekade terakhir.
UNESCO memperkirakan total bantuan global untuk pendidikan berpotensi merosot hingga 30 persen antara tahun 2023-2027. Negara-negara berpenghasilan rendah dan berpenghasilan menengah ke bawah menghadapi kesenjangan pembiayaan pendidikan tahunan sebesar 97 miliar dollar AS, yang diperkirakan akan semakin melebar.
Pada saat yang sama, meningkatnya beban utang memberikan tekanan yang semakin besar pada sistem pendidikan. Sebuah laporan terbaru UNESCO tentang utang dan pendidikan menemukan bahwa 113 negara, yang dihuni 6,1 miliar penduduk, menghabiskan lebih banyak anggaran untuk pembayaran utang alih-alih untuk pendidikan.
Akibatnya, pengeluaran riil untuk pendidikan mengalami stagnasi atau penurunan di banyak negara, dengan konsekuensi jangka panjang terhadap akses, kualitas, dan kesetaraan.
"Pendidikan merupakan investasi paling strategis yang dapat dilakukan suatu negara, tetapi pendanaannya secara sistematis kurang memadai," kata Direktur Jenderal UNESCO Khaled El-Enany, memperingatkan menurunnya bantuan pendidikan global berisiko memperpanjang siklus minimnya investasi, ketidaksetaraan, dan stagnasi pembangunan.
Guna membantu mengatasi tantangan tersebut, UNESCO kembali menyerukan skema debt-for-education swap, dan merilis panduan teknis untuk mendukung implementasinya.
Mekanisme ini akan memungkinkan negara-negara debitur untuk mengalihkan sebagian dana untuk pembayaran utang luar negeri mereka ke investasi pendidikan.
Temuan tersebut dirilis dalam KTT Transformasi Pendidikan +4, sebuah pertemuan lanjutan dari KTT Transformasi Pendidikan PBB yang bertujuan untuk memajukan upaya global dalam meningkatkan sistem pendidikan dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4 tentang pendidikan berkualitas. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Beijing Ditetapkan sebagai Ibu Kota Arsitektur Dunia UNESCO-UIA 2029
-
Menuju Lima Abad Pemprov Minta Bantuan Warga Jaga Jakarta
-
Pemancing Tewas Diserang Hiu di Queensland Australia
-
Darurat Stunting Jadi Sorotan Raker Komisi IX DPR dengan BKKBN
-
Catat! CFD Jakarta Ditiadakan pada 31 Mei 2026 Saat Hari Raya Waisak
-
Pencarian Nelayan yang Hilang di Perairan Batam oleh Tim SAR Gabungan
-
Nelayan di Bontang Kembangkan Keramba Apung Menjadi Destinasi Wisata
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.