Penyerahan Santunan kepada Keluarga Petugas Haji yang Gugur di Baubau
Sabtu, 11 Jul 2026, 23:55 WIBBaubau - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menyerahkan santunan sekaligus menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhumah dr. Fitri Rezkiani, petugas haji yang gugur saat menjalankan tugas, di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Menhaj RI Mochamad Irfan Yusuf saat ditemui di Baubau, Sabtu, mengatakan bahwa almarhumah dr. Fitri Rezkiani merupakan dokter Kelompok Terbang (Kloter) 38 UPG yang gugur saat menjalankan tugas pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci, Arab Saudi.
"Saya sengaja datang ke rumah keluarga almarhumah dr. Fitri Rezkiani. Pertama, karena beliau bertugas atas nama Kementerian Haji. Kedua, saya menyampaikan salam dari Presiden Prabowo kepada keluarga almarhumah," kata Menhaj Mochamad Irfan Yusuf saat mengunjungi rumah duka di Kelurahan Kaobula, Kecamatan Murhum, Kota Baubau.
Mochamad Irfan menegaskan bahwa kehadiran pemerintah merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada petugas haji yang telah mendedikasikan tenaga, waktu, dan ilmunya hingga akhir hayat demi melayani jemaah Indonesia.
Sebagai bentuk kepedulian negara, seluruh hak-hak almarhumah dipastikan terpenuhi dan disalurkan melalui sejumlah lembaga terkait.
"Ada santunan dari Taspen untuk hak-hak keluarga, kemudian dari bank, dan dari Kementerian Haji juga ada santunan. Tentu semua itu tidak akan sebanding dengan kehilangan yang dirasakan keluarga, tetapi ini merupakan bentuk perhatian negara kepada salah satu pejuang di Tanah Suci," ujarnya.
Mochamad Irfan juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta berharap dedikasi almarhumah dapat menjadi teladan bagi seluruh petugas haji lainnya.
Sementara itu, ayah almarhumah, Mahmud Arham (73) menyatakan pihak keluarga telah menerima kepergian puterinya dengan penuh keikhlasan sebagai bagian dari takdir Yang Maha Kuasa.
Ia mengenang dr. Fitri sebagai sosok yang memiliki jiwa kemanusiaan dan kepedulian sosial yang tinggi, di mana sebelum menjadi petugas haji, almarhumah sempat bertugas melayani masyarakat di Kabupaten Buton Tengah (Buteng).
"Saya sudah bilang sejak awal, pekerjaan itu sangat berat karena melayani banyak orang. Tapi dia tetap berangkat karena merasa itu bagian dari tugas kemanusiaan. Memanusiakan manusia itu yang paling penting," sebut Mahmud.
Diketahui, kunjungan Menhaj ke rumah duka ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian lawatan kerjanya di Kota Baubau, sekaligus menjadi penegasan atas kehadiran negara dalam memberikan apresiasi serta penghormatan kepada para petugas yang gugur di medan tugas.
- petugas haji
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.