Rupiah Hari Ini Tumbang, Pasar Berburu Dolar AS
Kamis, 09 Jul 2026, 16:53 WIBJAKARTA â Pelemahan nilai tukar rupiah yang dipicu meningkatnya permintaan terhadap dolar AS mencerminkan masih kuatnya preferensi pelaku pasar terhadap aset berdenominasi dolar di tengah ketidakpastian global.
Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran impor, arus modal keluar, maupun ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Selama permintaan dolar tetap tinggi, tekanan terhadap rupiah berpotensi berlanjut meski fundamental ekonomi domestik relatif terjaga.
Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (9/7) sore melemah 114 poin atau 0,63 persen menjadi Rp18.128 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.014 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyatakan pelemahan rupiah dipicu meningkatnya permintaan terhadap dolar AS.
âPelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven setelah kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran,â ucapnya di Jakarta.
Di samping itu, lanjutnya, kenaikan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ke kisaran 74 dolar AS per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan memperkuat ekspektasi Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level relatif tinggi.
Pelaku pasar juga menantikan rilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter The Fed.
Melihat dari sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia disebut masih cukup terjaga sehingga membantu membatasi tekanan terhadap rupiah. Hal tersebut tercermin dari posisi cadangan devisa Indonesia yang meningkat menjadi 145,6 miliar dolar AS pada akhir Juni 2026, naik dari 144,9 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.
âKenaikan tersebut memperkuat kemampuan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah meningkatnya ketidakpastian global,â ungkap Amru.
Selain itu, inflasi yang tetap terkendali serta komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui bauran kebijakan moneter dianggap menjadi faktor penopang.
âMeski demikian, dalam jangka pendek pergerakan rupiah diperkirakan masih akan lebih dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global dibandingkan faktor domestik,â kata dia.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp18.090 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.005 per dolar AS.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
LG Dukung Pembelajaran SMKN 2 Tangerang Selatan dengan Monitor, AC, dan Renovasi Kelas Multimedia
-
Gubernur Aceh Kirim Surat ke Presiden Prabowo, Minta Pengelolaan Migas South Andaman.
-
Pemkot Pariaman Kembangkan Batik Sampan Lewat Pelatihan Warga dan Industri Rumah Tangga
-
Menpar Siap Kenalkan Belitung ke Dunia, Bidik Lebih Banyak Turis Bule
-
KPK Tampilkan Barang Bukti Sitaan Perkara Kemnaker dan Taspen
-
Kegiatan Perkemahan untuk Persiapan Jamnas XII
-
Dinas PPKUKM DKI Optimalkan Pembinaan UKM lewat Jakpreneur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.