SDM Indonesia Sulit Bersaing Tanpa Produktivitas dan Perlindungan Pekerja
Rabu, 08 Jul 2026, 14:35 WIBJAKARTA â Daya saing sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penentu dalam meningkatkan produktivitas, menarik investasi, dan memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan ekonomi global.
SDM yang unggul tidak hanya ditopang oleh tingkat pendidikan, tetapi juga kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, keterampilan digital, serta budaya inovasi.
Oleh karena itu, investasi pada peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan, pelatihan vokasi, dan pengembangan kompetensi menjadi prasyarat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan upaya pemerintah untuk terus meningkatkan produktivitas, memperkuat pelindungan pekerja, dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja merupakan langkah strategis untuk memacu daya saing sumber daya manusia (SDM) nasional.
Menaker dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/7), mengatakan langkah tersebut sekaligus sebagai upaya untuk menjawab perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi, transformasi industri, dan dinamika ekonomi global.
âTantangan terus berubah. Karena itu, kebijakan yang kita bangun juga harus mampu mengikuti perubahan tersebut,â ujar dia.
Menurut Yassierli, berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari amanat konstitusi yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak.
Oleh karena itu, lanjutnya, kebijakan ketenagakerjaan terus diarahkan untuk memastikan hak tersebut dapat diwujudkan di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Ia menjelaskan perubahan ekonomi global, kemajuan teknologi, dan transformasi industri telah mengubah lanskap ketenagakerjaan. Kondisi tersebut membuat tantangan ketenagakerjaan tidak lagi sebatas menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri serta memperoleh pelindungan yang memadai.
Lebih lanjut, Menaker Yassierli mengatakan peningkatan kompetensi menjadi salah satu fokus pemerintah agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di pasar kerja yang semakin dinamis.
Sejalan dengan itu, pemerintah juga terus memperkuat sistem pelindungan pekerja secara menyeluruh, mulai dari sebelum seseorang memasuki dunia kerja, selama bekerja, hingga ketika menghadapi risiko kehilangan pekerjaan.
Selain memperkuat pelindungan pekerja, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga terus menyempurnakan berbagai instrumen ketenagakerjaan serta meningkatkan kualitas layanan bagi pekerja maupun pencari kerja sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif.
Yassierli menilai upaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang kuat tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serikat pekerja, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menghadapi perubahan dunia kerja.
âKita harus bergerak bersama. Tantangan ketenagakerjaan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja,â kata Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
Ia menilai, hubungan industrial yang harmonis dan produktif menjadi fondasi untuk mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, serta mewujudkan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan.
âKalau pekerja, pengusaha, dan pemerintah memiliki tujuan yang sama, kita akan lebih siap menghadapi tantangan apa pun. Dari sinilah produktivitas tumbuh dan kesejahteraan pekerja dapat terus meningkat,â ujar dia.
- SDM
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pertamina Hulu Energi Targetkan Produksi Minyak 2026 Capai 595 Ribu Barel Per Hari
-
Ambisi Adopsi AI di Indonesia Terhambat Kesiapan Digital dan Pengalaman Karyawan
-
Harga Gas Elpiji 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 dan Elpiji 5,5 Kg Jadi Rp107.000
-
Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Percepat Pemerataan Internet di Tanah Air
-
Pakar Kesehatan: Indonesia Diminta Perkuat Skrining Terkait Ancaman Penularan Ebola
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.