Pakar Kesehatan: Indonesia Diminta Perkuat Skrining Terkait Ancaman Penularan Ebola
Selasa, 19 Mei 2026, 13:40 WIBâJAKARTA - Wabah Ebola kembali menjadi perhatian dunia setelah WHO menetapkan status darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Penetapan itu dilakukan karena meningkatnya risiko penyebaran lintas negara.
âPeneliti Global Health Security, Dicky Budiman, menilai dunia kini semakin rentan menghadapi wabah penyakit. Kerusakan lingkungan disebut memperbesar ancaman munculnya virus berbahaya.
ââDunia ini tidak sehat dan ekosistem makin rusak,â ujar Dicky Budiman, Senin (18/5). Ia mengatakan virus dari hewan, kini mulai mencari inang baru pada manusia.
âMenurut Dicky, Ebola sebenarnya bukan virus baru dalam dunia kesehatan global. Virus itu sudah ditemukan sejak dekade 1970-an di Afrika. Namun strain Ebola yang kini menyebar dinilai lebih mengkhawatirkan. Wabah terbaru justru muncul di kota dan pusat transportasi internasional.
ââDulu biasanya muncul di desa atau dekat hutan,â kata Dicky Budiman. Kini, kasus ditemukan di wilayah dengan mobilitas manusia sangat tinggi.
âIa menjelaskan kondisi itu membuat risiko penyebaran lintas negara semakin besar. Karena itu, WHO menetapkan status Public Health Emergency of International Concern atau PHEIC
âMenurut Dicky, status PHEIC menunjukkan ancaman Ebola harus ditangani serius dunia internasional. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut belum masuk kategori pandemi global.
âDicky menyebut Indonesia tetap harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kasus impor. Pengawasan di bandara dan pintu masuk internasional dinilai sangat penting.
ââSistem skrining harus berjalan terus selama 24 jam,â ujar Dicky Budiman seraya meminta pemerintah memastikan deteksi dini tetap optimal.
âMeski begitu, Dicky menilai risiko penularan meluas di Indonesia masih rendah. Ebola dinilai berbeda dengan Covid-19 yang penularannya sangat cepat.
âIa juga mengingatkan masyarakat tidak memberi stigma terhadap warga Afrika. Menurut dia, wabah Ebola tidak berkaitan dengan ras atau kelompok tertentu. ils/I-1
Berita Terkait:
-
Benarkah MSG Berbahaya? Kampanye Edukasi Sajikan Temuan Ilmiah
-
Minggu, Layanan SIM Keliling Hanya Tersedia di Jakbar dan Jaktim
-
Wisata Alam Kian Diminati, Kunjungan ke Kebun Raya Cibodas Naik Tajam Pada Libur Panjang Akhir Pekan Lalu
-
Kemenkes: MA Kuatkan Vonis 4 Tahun Kasus Pemerasan di PPDS Undip
-
Tumben Real Madrid Menang, Lawan Beda Kelas
-
Swiatek Tak Mampu Hadapi Elina Svitolina. Coco Gauff Siap Adang di Final
-
Risiko Pelemahan Ekonomi Bayangi Kinerja Triwulan II-2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.