Perkuat Ketahanan Maritim dan Kebencanaan Nasional, BMKG Operasikan Radar Cuaca S-Band Cilacap

Rabu, 08 Jul 2026, 19:32 WIB

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) optimistis pengoperasian Radar Cuaca S-Band di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mampu memperkuat jaringan observasi atmosfer sekaligus memperkokoh sistem ketahanan maritim dan kebencanaan nasional. 

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Instrumentasi dan Kalibrasi BMKG Hartanto dalam keterangan di Jakarta, Rabu (8/7), mengatakan bahwa penempatan infrastruktur canggih di wilayah pesisir tersebut difungsikan sebagai pilar utama dalam mendukung layanan prakiraan cuaca jangka pendek atau nowcasting dan penting untuk menunjang keselamatan aktivitas maritim.

Ket. Foto: Foto udara bangunan gedung tempat dimana teknologi Radar Cuaca S-Band teranyar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk prakiraan cuaca berbasis real-time dan observasi meteorologi laut yang dibangun di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. — Sumber: ANTARA/HO-BMKG

Data real-time yang diproduksi oleh radar tersebut dinilai akan memberikan jaminan keamanan yang besar bagi sektor kelautan dan perikanan, di mana nelayan dan pelaku pelayaran dapat memperoleh informasi kondisi cuaca yang presisi sebelum melaut. 

"Di sisi lain, pemerintah daerah dan lembaga kebencanaan juga dapat memanfaatkan data ini untuk deteksi dini banjir, hujan lebat, dan angin kencang," kata Hartanto selepas peresmian infrastruktur radar cuaca di Cilacap itu. 

Pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari proyek nasional Marine Meteorological System Phase II (MMS-2) yang fokus pada penguatan sistem observasi meteorologi maritim di sejumlah wilayah perairan strategis Indonesia.  

Melalui Proyek MMS-2 tersebut, BMKG membangun empat radar cuaca baru yang tersebar di Indonesia, meliputi empat Radar Cuaca S-Band di Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, serta peremajaan satu Radar Cuaca C-Band di Tangerang untuk cakupan Jabodetabek.

Hartanto memastikan seluruh tahapan pembangunan infrastruktur telah melewati proses ketat berstandar internasional, mulai dari survei lokasi, penyusunan desain teknis, pembangunan fisik, instalasi perangkat, hingga integrasi sistem dan pengujian operasional pengamatan cuaca. 

Sementara itu, Plt. Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menyampaikan apresiasi tinggi kepada BMKG atas penempatan infrastruktur penunjang maritim ini di wilayahnya yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia di bagian selatan.  

Karakteristik geografis Cilacap yang mencakup pesisir, pelabuhan, pusat industri, hingga perbukitan membuat wilayah ini memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap dinamika perubahan iklim global serta bencana hidrometeorologi. 

Untuk itu, pasokan data presisi dari radar cuaca ni tidak hanya mengamankan aktivitas pelayaran dan roda ekonomi nelayan di laut, tetapi juga membantu mendeteksi potensi bencana di darat secara lebih dini guna meminimalisir risiko kerugian. 

“Karakteristik ini membuat Cilacap memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap dinamika perubahan iklim global. Keberadaan radar cuaca ini memberikan manfaat yang sangat besar untuk mendukung berbagai sektor sekaligus menjadi instrumen utama dalam memitigasi bencana hidrometeorologi,” kata Ammy. Ant

  • radar cuaca

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Magma Terus Bergerak! Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga, Radius 3 Km Harus Kosong Total

Siap-Siap Bikin Geger Dunia Arkeologi, Sampel Gua Prasejarah Kalsel Ini Bakal Diterbangkan ke Australia!

Dikira Batu Biasa, Nelayan Sungai di Blitar Tak Sadar Injak Benda Diduga Roket Militer!

Sah! Jalur Kasihan-Bangunjiwo Kini Mulus Total, Ini Siasat Ekonomi Baru Kabupaten Bantul

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga, BPBD Lebak Minta Nelayan Tak Mendekat

Perkuat Ketahanan Maritim dan Kebencanaan Nasional, BMKG Operasikan Radar Cuaca S-Band Cilacap

Siklon Tropis Bavi Intai Indonesia Timur, BMKG Imbau Warga Waspada, Dampak Terasa hingga 24 Jam ke Depan

Gen Z & Milenial Diproyeksikan Jadi Mesin Baru Penggerak Wisata Tematik

Di IndoBuildTech 2026, Coway Indonesia Perkenalkan Inovasi Terbaru Solusi Air dan Udara untuk Hunian Modern yang Sehat

Resmi Dibuka, D-8 Halal Expo Indonesia Dorong Jadi Kekuatan Baru Ekonomi 

Mobil Mewah Rp2,05 Miliar Terkait Kasus Dugaan Suap Bupati Kuansing Tiba di Jakarta.

Polri dan Polda Metro Geledah Kafe serta Money Changer di Cipete Terkait Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara.

Pascabencana, Pemerintah Kucurkan Rp17,93 Miliar untuk Revitalisasi 25 Sekolah di Pasaman Barat.

Polda Metro Jaya Ingatkan Jangan Halangi Penyidikan Dugaan Korupsi TPPU Libatkan PLN, Asabri dan Krakatau Steel.

Jangan Tunggu "Overheat"! Cek Fungsi Oli di Cuaca Ekstrem

Dari Batik hingga Drone! Produk RI Siap Unjuk Gigi di Pasar Eurasia

Berdaya Jangkau 160 Km, Prabowo akan Borong 150 Rudal Astra Mk1 India untuk SU-30 TNI-AU

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.