Pascabencana, Pasokan Air Minum di Aceh Segera Kembali Normal
Selasa, 07 Jul 2026, 23:59 WIBJAKARTA â Penanganan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Provinsi Aceh guna memulihkan layanan air minum pasca bencana bagi masyarakat terus dipercepat Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Hingga awal Juli 2026, progres pembangunan penanganan SPAM di sejumlah kabupaten terdampak terus menunjukkan perkembangan sesuai target dengan berbagai strategi percepatan di lapangan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan infrastruktur dasar pascabencana terus menjadi prioritas Kementerian PU agar masyarakat dapat segera kembali memperoleh layanan air minum yang layak.
"Proses pemulihan terus berjalan dan menunjukkan progres yang positif. Namun fokus kami tidak hanya pada percepatan penyelesaian, melainkan juga memastikan kualitas hasil pemulihan agar lebih tangguh, tepat sasaran, dan berkelanjutan," kata Menteri Dody di Jakarta, Selasa (7/7).
Salah satu paket pekerjaan utama yang saat ini dilaksanakan adalah Penanganan SPAM Pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang I, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
Paket yang dilaksanakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh, Direktorat Jenderal Cipta Karya tersebut memiliki nilai kontrak sebesar 516,59 miliar rupiah dan hingga 1 Juli 2026 telah mencapai progres fisik sebesar 37,59 persen.
Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan dan peningkatan 4 sistem SPAM dengan pembangunan 5 sumur bor dangkal dan 25 sumur bor dalam, pembangunan 3 Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru dengan total kapasitas 250 liter per detik (Lps), serta pembangunan 1 titik tapping jaringan PDAM.
Untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan, kontraktor menerapkan sejumlah strategi, antara lain penambahan tenaga kerja dan jam kerja, percepatan proses engineering dan persetujuan desain secara paralel, penggunaan struktur baja untuk bangunan compact, prefabrikasi komponen IPA baja, serta penambahan alat berat berupa crane.
Selain itu, penanganan juga dilakukan pada paket SPAM Pascabencana Kabupaten Aceh Tamiang II, Aceh Timur, dan Kota Langsa dengan nilai kontrak 246,69 miliar rupiah. Hingga 1 Juli 2026 progres pekerjaan telah mencapai 35,22 persen.
Paket ini mencakup pembangunan 4 sistem SPAM yang dilengkapi dengan pembangunan 10 sumur bor dangkal dan 20 sumur bor dalam, 1 sumber air permukaan, 1 titik tapping PDAM, serta pembangunan 2 IPA baru berkapasitas total 70 Lps.
Penanganan SPAM pascabencana juga dilaksanakan di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Bener Meriah dengan nilai kontrak sebesar 526,42 miliar rupiah.
Hingga 1 Juli 2026, progres fisik pekerjaan telah mencapai 39,52 persen. Paket ini mencakup penanganan 9 sistem SPAM melalui pembangunan 1 sumur bor dangkal, 50 sumur bor dalam, 1 sumber air permukaan, serta pembangunan 3 IPA baru dengan total kapasitas 160 Lps.
Pekerjaan juga meliputi pembangunan IPA 40 Lps SPAM Meureudu dan rehabilitasi SPAM Ulim di Kabupaten Pidie Jaya, pembangunan IPA 2x50 Lps SPAM Teupin Mane dan rehabilitasi SPAM Bukit Mulia di Kabupaten Bireuen, serta pembangunan IPA 20 Lps SPAM Lampahan dan rehabilitasi SPAM Janarata di Kabupaten Bener Meriah.
Melalui penanganan SPAM pascabencana ini, Kementerian PU berharap layanan air minum di wilayah terdampak dapat segera pulih, meningkatkan ketahanan infrastruktur dasar, sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Provinsi Aceh.
- Kementerian PU
- infrastruktur aceh
- layanan air minum
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, Ini 5 Lokasi dengan Progres Tertinggi
-
Puting Beliung Hantam Aceh Utara! Huntara Rusak, Menteri PU Turun Tangan Target 1 Minggu Beres
-
Pantura Urat Nadi Logistik RI Dipercepat! Jalan Kudus-Pati-Rembang Segera Mulus, 202 Miliar Digelontorkan
-
Dukung Konektivitas dan Ekonomi Warga, 4 Jembatan Gantung Dibangun di Banten Tahun 2026
-
Gempa Sulteng! Menteri PU Cek Langsung Jembatan Goyang, Prioritas Infrastruktur Dasar
Jadi Sorotan Dunia karena Kontroversi, Folarin Balogun Gagal Bersinar saat AS Tersingkir dari Belgia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.