Paolini Tak Boleh Lengah Sedikit pun Hadapi Alexandra Eala

Senin, 06 Jul 2026, 06:47 WIB

LONDON – Petenis Filipina Alexandra Eala belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti menciptakan kejutan di Wimbledon 2026. Setelah menumbangkan juara bertahan Iga Swiatek di babak ketiga, petenis Filipina berusia 22 tahun itu kini menghadapi ujian berikutnya saat berjumpa unggulan ke-13 Jasmine Paolini pada babak 16 besar, Senin (7/7).

Laga ini menjadi sorotan karena mempertemukan finalis Wimbledon 2024 melawan bintang muda yang tengah mencuri perhatian dunia tenis.

Ket. Foto: Jasmine Paolini dari Italia mengembalikan bola kepada Maria Sakkari dari Yunani saat pertandingan Kejuaraan Wimbledon 2026 di The All England Lawn Tennis and Croquet Club di Wimbledon, London, pada 4 Juli 2026. — Sumber: Kirill KUDRYAVTSEV / AFP

Alexandra Eala melangkah ke babak keempat Grand Slam untuk pertama kalinya dalam kariernya setelah tampil luar biasa mengalahkan Swiatek 7-6 (11/9), 6-2. Permainan agresif dan pukulan-pukulan kerasnya memaksa petenis Polandia itu membuat 44 unforced errors. Sedangkan Alexandra Eala hanya melakukan 21 kesalahan sendiri.

Keberhasilan tersebut menegaskan reputasi Alexandra Eala sebagai pemburu pemain elite. Swiatek menjadi korban ketujuh yang berasal dari jajaran 10 besar dunia yang pernah dikalahkannya di ajang WTA. Hingga babak ketiga, dia juga telah mencatat 14 break point sukses dan hanya membuat dua double fault sepanjang turnamen.

“Saya memang emosional, tetapi itu bukan berarti saya sudah puas. Sekarang fokus ke babak berikutnya,” ujar Alexandra Eala usai kemenangan bersejarah tersebut. Namun, tantangan yang menanti tidak kalah berat. Paolini datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Maria Sakkari 6-1, 6-2 hanya dalam waktu sedikit lebih dari satu jam.

Penampilan itu menjadi kemenangan paling meyakinkan petenis Italia tersebut sepanjang Wimbledon tahun ini. Finalis Wimbledon 2024 itu tampil sangat efektif. Dalam dua dari tiga pertandingannya, akurasi servis pertamanya mencapai lebih dari 85 persen. Saat menghadapi Sakkari, Paolini memenangi 87 persen poin dari servis pertama. Ia juga baru melakukan empat double fault dan sukses mengonversi 13 peluang break point.

Paolini mengincar tiket perempat final Grand Slam pertamanya sejak menjadi runner-up Wimbledon dua tahun lalu. Meski demikian, catatannya di babak 16 besar kurang meyakinkan karena kalah dalam dua penampilan terakhirnya di fase tersebut pada turnamen mayor.

Menariknya, Alexandra Eala memiliki modal psikologis yang kuat. Dalam satu-satunya pertemuan sebelumnya di Dubai awal tahun ini, petenis Filipina itu menang 6-1, 7-6 (7/5).

Saat itu ia tampil disiplin, memenangi 73 persen poin dari servis pertama dan mengonversi empat dari delapan peluang break point, sementara Paolini hanya memenangi 61 persen poin dari servis pertamanya.

Dengan performa impresif keduanya, duel ini diperkirakan berlangsung sengit. Pengalaman Paolini di panggung besar akan diuji oleh keberanian dan permainan menyerang Alexandra Eala yang sejauh ini belum memperlihatkan rasa gentar menghadapi nama-nama besar.

Sementara itu, kejutan juga mewarnai sektor putri Wimbledon. Selain tersingkirnya Swiatek, unggulan kedua Elena Rybakina harus angkat koper setelah dikalahkan Elise Mertens 7-6 (7/4), 6-1. Madison Keys juga melaju ke babak 16 besar usai menumbangkan sesama petenis Amerika Serikat Amanda Anisimova 3-6, 6-2, 6-3.

Di sektor putra, Alexander Zverev melanjutkan langkah mulus dengan mengalahkan Marcos Giron 6-2, 7-6 (7/4), 6-4. Flavio Cobolli bangkit dari ketertinggalan satu set untuk menyingkirkan Karen Khachanov dalam lima set, sedangkan Grigor Dimitrov mengakhiri perjuangan Matteo Berrettini lewat kemenangan 6-3, 6-4, 3-6, 5-7, 6-3. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.