Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kajian Kemendukbangga: Ketahanan Keluarga Jadi Kunci Cegah Keinginan Bunuh Diri pada Anak dan Remaja

2 Minggu, 05 Jul 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kajian Kemendukbangga: Ketahanan Keluarga Jadi Kunci Cegah Keinginan Bunuh Diri pada Anak dan Remaja Kajian Kemendukbangga: Ketahanan Keluarga Jadi Kunci Cegah Keinginan Bunuh Diri pada Anak dan Remaja Doc: Antara
Ket. Deputi Strategi Kebijakan Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Kemendukbangga/BKKBN Ukik Kusuma Kurniawan.

Jakarta - Kajian Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menemukan bahwa ketahanan keluarga menjadi salah satu kunci untuk mencegah keinginan mengakhiri hidup pada anak dan remaja.

Deputi Strategi Kebijakan Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Kemendukbangga Ukik Kusuma Kurniawan saat dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu (4/7), mengemukakan bahwa keinginan mengakhiri hidup bukan sekadar persoalan individu, melainkan masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor, mulai dari kondisi psikologis anak, lingkungan keluarga, sekolah, hingga lingkungan sosial. 

"Kajian ini merekomendasikan penguatan ketahanan keluarga sebagai benteng utama pencegahan keinginan untuk mengakhiri hidup, penguatan layanan konseling di sekolah, peningkatan kapasitas guru dan tenaga kesehatan, sistem rujukan yang lebih terintegrasi, serta kolaborasi lintas sektor agar setiap anak memperoleh dukungan sejak muncul tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental," katanya.

Ukik mengemukakan, dinamika sosial yang berkembang saat ini menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Persoalan kesehatan mental anak dan remaja, meningkatnya konflik keluarga, perceraian, perubahan pola pengasuhan akibat digitalisasi, hingga perlindungan kelompok rentan tidak lagi dapat diselesaikan melalui pendekatan sektoral.

"Seluruh kebijakan harus dibangun secara komprehensif, preventif, dan berbasis siklus kehidupan keluarga. Tantangan terbesar kita adalah bagaimana mengubah berbagai sudut pandang (insight) menjadi suatu kebijakan yang terukur, implementatif, dan berdampak nyata bagi kehidupan keluarga Indonesia," ujar dia.

Hasil-hasil kajian yang dilakukan lintas sektor, sambung Ukik, diharapkan menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan yang mampu memperkuat ketahanan keluarga Indonesia. Apalagi, Indonesia tengah berada pada momentum penting untuk memanfaatkan bonus demografi yang hanya akan menjadi keuntungan apabila pembangunan keluarga mampu menghasilkan generasi yang sehat, berkarakter, produktif, dan berdaya saing.

Berdasarkan kajian dari peneliti di Kemendukbangga/BKKBN, Teguh Santoso dan Indira Adithyanti, menunjukkan bahwa keinginan mengakhiri hidup bukanlah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Sebelum memasuki fase krisis, anak umumnya mengalami akumulasi tekanan hidup, stres berkepanjangan, gangguan mental, hingga munculnya ide untuk mengakhiri hidup. Oleh karena itu, deteksi dini dan intervensi keluarga menjadi langkah paling penting dalam pencegahan.

Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan persentase siswa yang mencoba mengakhiri hidup meningkat tajam dari 3,9 persen (2015) menjadi 10,7 persen (2023) dengan rentang usia 11–17 tahun adalah kelompok paling rentan. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan keluarga tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga kesehatan mental generasi muda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Tips Menjadi Content Creator

49 menit yang lalu | Opik

Rona
Tips Menjadi Content Creator
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.