Daftar 4 Jenis Tes Darah Wajib bagi Pria Dewasa, Seiring Pertambahan Usia Anda!
Jumat, 03 Jul 2026, 13:38 WIBJAKARTA - Ahli bedah kardiotoraks dr. Jeremy London menyebut ada empat jenis tes darah yang perlu dipantau oleh pria dewasa seiring pertambahan usia.
âPria terkenal buruk dalam menindaklanjuti perawatan kesehatan mereka sendiri. Buat janji temu, periksa hasil laboratorium Anda, pahami data Anda. Anda tidak dapat memperbaiki apa yang tidak anda ukur," kata London menurut siaran Hindustan Times, Jumat waktu setempat.
London menyoroti penyakit seperti kolesterol dan risiko kardiovaskular hingga testosteron, yang layak dipantau dari waktu ke waktu. Berikut adalah empat jenis tes yang dianjurkannya untuk dipantau.
1. Apolipoprotein B (ApoB)
Apolipoprotein B (ApoB) adalah penanda darah yang mengukur jumlah partikel pembawa kolesterol yang berpotensi berbahaya yang beredar di aliran darah. Tidak seperti tes kolesterol standar, tes ini menawarkan penilaian risiko kardiovaskular yang lebih tepat.
London menjelaskan Apolipoprotein B (ApoB) merupakan penanda darah yang menghitung jumlah sebenarnya partikel pembawa kolesterol dalam darah dan menjadikannya prediktor risiko serangan jantung dan stroke yang lebih akurat daripada angka kolesterol standar.
2. Lipoprotein (a) [Lp(a)]
Lipoprotein(a), atau Lp(a) adalah salah satu faktor risiko bawaan yang paling umum untuk penyakit kardiovaskular.
Tidak seperti penanda kolesterol lainnya, kadar Lp(a) sebagian besar ditentukan oleh genetika daripada diet atau olahraga, dan dikaitkan dengan risiko serangan jantung dan stroke yang lebih tinggi.
London merekomendasikan agar pria dan wanita menjalani tes itu. Pada pria, dia menyarankan untuk melakukannya lebih awal karena mereka tidak mendapatkan manfaat dari efek kardioprotektif estrogen.
Dokter bedah jantung tersebut mencatat lipoprotein sebagai faktor risiko genetik paling umum untuk penyakit kardiovaskular. Mengetahui angkanya dapat membantu mengendalikan hal-hal yang dapat kendalikan untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke secara keseluruhan.
3. Testosteron
Selanjutnya dia menyebut kadar testosteron secara alami menurun seiring pertambahan usia, mempengaruhi lebih dari sekadar libido.
Kadar testosteron juga mempengaruhi tingkat energi, massa otot, suasana hati, dan vitalitas secara keseluruhan, dan mengetahui kadar testosteron dapat membantu menentukan apakah seseorang memerlukan terapi penggantian testosteron.
4. Antigen Spesifik Prostat (PSA)
PSA adalah protein yang diproduksi oleh kelenjar prostat, dan ahli bedah jantung menjelaskan bahwa mengukur kadarnya dapat membantu mendeteksi pembesaran prostat, peradangan, atau kanker prostat pada pria, terutama mereka yang berusia di atas 50 tahun.
Seseorang perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk menjalani tes tersebut. PSA adalah protein yang dibuat oleh kelenjar prostat yang diukur untuk membantu mendeteksi pembesaran prostat, peradangan, atau kanker, terutama pada pria di atas 50 tahun. Ant
- tes darah
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.