Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Vaksinasi Rabies pada Hewan Peliharaan Warga

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 23:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Vaksinasi Rabies pada Hewan Peliharaan Warga Doc: Antara
Ket. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Aceh, drh Safridhal saat diwawancarai di Meulaboh, pada Rabu (1/7/2026).

Meulaboh - Dinas Peternakan Aceh menggencarkan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan warga menyusul adanya kasus anjing menggigit sembilan warga di Aceh Tengah yang terinfeksi virus rabies.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel kepala anjing yang menyerang warga di Aceh Tengah, Balai Veteriner (Bvet) Medan mengonfirmasi bahwa hewan tersebut positif terinfeksi rabies,” kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Aceh, drh Safridhal kepada ANTARA di Meulaboh, Rabu.

Safridhal menyatakan sebanyak sembilan warga Kabupaten Aceh Tengah pada 13 Juni lalu dilaporkan menjadi korban gigitan anjing gila.

Para korban yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua  itu dilaporkan mendapat serangan secara mendadak tanpa ada tanda-tanda ancaman sebelumnya, termasuk saat mereka sedang beraktivitas seperti pergi berbelanja pada malam hari. 

Safridhal mengatakan merespons kejadian tersebut, Tim Kesehatan dan Peternakan Dinas Peternakan Aceh telah turun ke lokasi selama kurang lebih satu minggu, untuk memberikan edukasi melakukan penanganan, serta berkoordinasi langsung dengan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Bupati Aceh Tengah.

Sementara itu, anjing yang melakukan penyerangan tersebut diketahui telah dieliminasi oleh warga.

Petugas kesehatan peternakan juga mengambil sampel kepala anjing dalam kurun waktu kurang dari 6 jam setelah kematian hewan tersebut untuk kemudian diuji di Bvet Medan.

Untuk mengendalikan penyebaran virus, posko kesehatan hewan setempat terus menggencarkan vaksinasi rabies pada anjing peliharaan warga. 

Safridhal mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak peliharaan masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah, sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan kasus rabies di kawasan tersebut, khususnya pada ternak anjing, primata, termasuk kucing. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.