Percepat Proyek PSEL Cicukang, Pemkab Bandung Gandeng Investor Tiongkok

Rabu, 01 Jul 2026, 18:10 WIB

BANDUNG, JAWA BARAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menggandeng investor asal Tiongkok untuk mempercepat pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Oxbow Cicukang, Margaasih, sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah.

Bupati Bandung Dadang Supriatna di Bandung, Rabu 91/7), mengatakan pihak investor bersama perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah meninjau langsung lokasi proyek sebagai tindak lanjut percepatan pembangunan PSEL di Kabupaten Bandung.

Ket. Foto: Sejumlah alat pencacah sampah berjejer di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Oxbow Cicukang Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/Ilham Nugraha.

"Perwakilan yang ditugaskan langsung oleh Pak Menteri Dalam Negeri hadir. Alhamdulillah investor dari Tiongkok juga hadir untuk melihat langsung kesiapan lokasi," katanya.

Menurut dia, pembangunan PSEL tersebut dinilai menjadi kebutuhan mendesak karena Kabupaten Bandung memproduksi sampah dengan angka sekitar 1.800 ton per hari.

Sementara itu, kuota pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti hanya sekitar 280 ton per hari atau sekitar 15 persen dari total timbulan sampah.

Pemerintah Kabupaten Bandung juga menyiapkan pembebasan lahan, pelebaran akses jalan, hingga penyusunan nota kesepahaman (MoU) bersama investor dan pemerintah pusat sebagai tahapan percepatan pembangunan PSEL.

"Lokasinya sudah clear, lahan siap dibebaskan, jalan juga siap dilebarkan. Tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda," ujarnya.

Ia mengatakan PSEL Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Oxbow Cicukang dirancang mampu mengolah 600 hingga 800 ton sampah per hari menjadi energi listrik atau setara sekitar 33 hingga 44 persen dari total produksi sampah harian Kabupaten Bandung.

"Kami akan langsung menyusun timeline (lini masa) mulai dari pembebasan lahan, pelebaran jalan sampai proses pembangunan. Insya Allah pembangunan segera dimulai," katanya.

Menurut dia, seluruh proses pengolahan sampah dilakukan menggunakan sistem tertutup sehingga sampah langsung diolah menjadi energi listrik tanpa menimbulkan bau sehingga diharapkan mengurangi beban pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti.

Ia optimistis PSEL Cicukang dapat mulai beroperasi pada 2027 sehingga mampu meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di Kabupaten Bandung, mengurangi ketergantungan terhadap TPA Sarimukti, serta mendukung pemanfaatan sampah menjadi sumber energi listrik.

Dirinya juga menambahkan bahwa pemerintah daerah saat ini terus mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui TPST yang telah beroperasi, pengurangan sampah dari sumbernya, serta peningkatan pengolahan di tingkat kawasan guna menekan volume sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti. Ant

  • Proyek PSEL Cicukang

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.