Jejak Sejarah Jadi Magnet Baru, Mataram Promosikan Kota Tua Lewat Ampenan Heritage Walk
Selasa, 30 Jun 2026, 13:20 WIBMATARAM â Wisata edukasi sejarah memiliki peran strategis dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap identitas bangsa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
Dengan mengintegrasikan nilai sejarah, budaya, dan pengalaman interaktif, destinasi wisata tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga sarana pembelajaran yang mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya.
Pengembangan wisata edukasi sejarah memerlukan dukungan infrastruktur, inovasi penyajian informasi, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku pariwisata agar mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Dinas Pariwisata Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat mempromosikan wisata kota tua melalui "Ampenan heritage walk" atau Jelajah Mataram melewati sejarah kota tua sebagai ajang edukasi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Selasa (30/6), mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menjaga warisan sejarah yang ada di Kota Tua Ampenan.
"Selain itu, dapat mengedukasi anak-anak dan masyarakat untuk mengenal perkembangan Nusa Tenggara Barat yang salah satu pintu masuk terpenting adalah Pelabuhan Ampenan masa lampau," katanya.
Dikatakan, warisan heritage yang dimiliki Kota Mataram sangat unik dan tidak semua wilayah memiliki potensi tersebut, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan menjadi daya tarik tujuan wisata.
Dasar itulah, Dispar melaksanakan kegiatan "Ampenan heritage walk", untuk memperkenalkan wisata sejarah dan mendorong pengembangan destinasi wisata alternatif guna mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
"Kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat lokal serta pengetahuan baik untuk masyarakat lokal maupun wisatawan," katanya.
Menurutnya, kegiatan "Ampenan heritage walk" dapat menggerakkan ekonomi bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan masyarakat sekitar, termasuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) terberdayakan, dan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata juga terdongkrak.
Kegiatan "Ampenan heritage walk" dimulai sekitar tahun 2021 yang diinisiasi oleh komunitas LHSS (Lombok Herritage Scient and Sosiety), kini menjadi salah satu ajang promosi Dispar Kota Mataram, dan mulai digelar secara reguler sekali bulan dengan menggandeng Pokdarwis dan LHSS dan diberikan secara gratis.
"Tapi kegiatan di luar itu ada juga travel atau tourguide memiliki paket komersil tersendiri. Kalau dari kami, kegiatan digelar secara gratis untuk menjadi daya dorong dan menjadi wahana daya tarik Pantai Ampenan," katanya.
Di bulan Juli, kegiatan "Ampenan heritage walk" dijadwalkan pada Minggu 5 Juli 2026, dengan target peserta sebanyak 50 orang.
Untuk menarik minat masyarakat ikut serta dalam "Ampenan heritage walk", Dispar Kota Mataram menyiapkan doorprize agar lebih menarik dan warisan cerita sejarah kota tua tidak putus dan hilang.
"Apalagi, anak-anak sekarang sibuk dengan gadget, sibuk dengan band konser, dan sibuk di kafe-kafe. Karena itu, butuh motivasi yang menarik mereka agar tahun sejarah warisan di Kota Mataram," katanya.
- Wisata Kota Tua
- Dinas Pariwisata Kota Mataram
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Wagub Rano Dorong Jakarta Jadi Kota Sinema, Siapkan Insentif Pajak Rp84 Miliar buat Produser
-
Hasil Penelusuran, Dirjen Hubdat Temukan Bus ALS yang Terlibat Kecelakaan Tidak Berijin
-
Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan dari Pagi hingga Malam
-
Ekonomi Dunia Melambat, OJK Pastikan Sektor Keuangan Tetap Stabil
-
AS Kumpulkan Informasi soal Instalasi Militer di Greenland
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.