- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ketika Eropa Membara, Korb...
Ketika Eropa Membara, Korban Jiwa Terus Bertambah Lampaui 1.300 Orang
Senin, 29 Jun 2026, 16:12 WIBJENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Ahad (28/6) mengatakan lebih dari 1.300 orang meninggal akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa sejak 21 Juni.Â
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam unggahannya di platform X menyebutkan bahwa lebih dari 1.300 kematian tambahan akibat cuaca panas ekstrem tercatat sejak 21 Juni.
Sekjen WHO mengatakan sekitar satu juta orang saat ini terpapar suhu ekstrem. Situasi tersebut juga telah menyebabkan ratusan kematian, penutupan sekolah, dan jaringan listrik sangat tertekan.
Sejumlah negara Eropa mencatat suhu rekor, termasuk Denmark (37°C untuk pertama kalinya sejak 1874), Republik Ceko (di atas 40°C untuk pertama kalinya, yakni 40,6°C), dan Jerman (suhu rekor tertinggi 41,5°C, dengan suhu malam hari mencapai 39,5°C).
Saat gelombang panas bergerak menuju Eropa timur laut, pemerintah Prancis, Swiss, Jerman, Austria, dan Hongaria mengumumkan status kewaspadaan tertinggi akibat cuaca panas.
WHO mencatat bahwa panas ekstrem dapat menyebabkan kematian akibat tenggelam, serangan panas, serangan jantung, serta komplikasi lainnya. Ant
Berita Terkait:
-
Ceko vs Meksiko: Tuan Rumah Bidik Sapu Bersih, Ceko Berjuang Hidupkan Peluang Lolos
-
PSIM Perpanjang Kontrak Pelatih Van Gastel untuk Musim Depan
-
Bukan Sekadar Tumbuh, Investasi di Sektor Ini Diyakini Buka Banyak Lapangan Kerja
-
Dua Jet Tempur Angkatan Laut AS Bertabrakan di Udara, Pilot Berhasil Terjun
-
Ekonomi Digital Tumbuh, Namun UMKM Kehilangan Ruang Bersaing
-
Jakarta Fair 2026 Resmi Dibuka Juni, Begini Cara Beli Tiket secara Online
-
Berbobot 900 Kilogram Sapi Peternak Kabupaten Batang diBeli Presiden, Seharga Satu Mobil!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.