Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Rakyat di Cirebon Bantu Pemerataan Pendidikan, Anak dari Keluarga Rentan Dapat Akses Belajar dan Pembinaan Karakter

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 18:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekolah Rakyat di Cirebon Bantu Pemerataan Pendidikan, Anak dari Keluarga Rentan Dapat Akses Belajar dan Pembinaan Karakter Doc: Antara
Ket. Siswa saat mengikuti kegiatan di Sekolah Rakyat Kota Cirebon, Jawa Barat.

Cirebon - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Jawa Barat menyebut program Sekolah Rakyat membantu pemerataan pendidikan dengan memberikan layanan bagi anak-anak dari keluarga yang menghadapi persoalan sosial dan ekonomi, sehingga mereka tetap memperoleh hak atas pendidikan dasar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Cirebon Sutikno di Cirebon, Jumat (26/6), mengatakan seluruh peserta didik Sekolah Rakyat direkrut melalui proses verifikasi dan validasi berdasarkan kondisi sosial serta ekonomi agar program tersebut tepat sasaran.

"Kehadiran Sekolah Rakyat membuktikan bahwa negara hadir untuk memberikan layanan pendidikan tanpa sekat, tanpa batas," katanya.

Ia mengatakan pada tahun ajaran sebelumnya Sekolah Rakyat di Kota Cirebon membuka dua rombongan belajar (rombel) tingkat SD dan dua rombel tingkat SMP.

Penerimaan peserta didik, kata dia, tidak dibatasi wilayah administrasi, karena Kota Cirebon ditunjuk sebagai proyek percontohan (pilot project) Sekolah Rakyat di wilayah III Cirebon.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya memberikan layanan pendidikan dasar, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter melalui pendampingan oleh guru, wali asuh, dan wali asrama selama 24 jam.

Sutikno mengatakan hasil pendampingan mulai terlihat dari perubahan sikap peserta didik, terutama dalam kehidupan sehari-hari.

"Perubahan itu luar biasa. Anak-anak sekarang sudah terbiasa berjabat tangan, menghormati orang tua, menghormati orang lain, dan menghormati lingkungan. Dulu sikap seperti itu belum terlihat," ujarnya.

Ia menuturkan pemerintah daerah mendukung keberlanjutan program tersebut, termasuk apabila penyelenggaraannya dipusatkan di kawasan Watubelah, Kabupaten Cirebon sesuai kebijakan pemerintah pusat.

Namun, Sutikno menyebut masih terdapat sejumlah catatan evaluasi, terutama terkait keterbatasan infrastruktur dan kebutuhan tenaga pendamping.

"Pertama, ada diinfrastruktur gedung. Sekarang Sekolah Rakyat itu hanya empat kelas. Kedua, terkait pembimbing, pengasuh, maupun para guru. Memang harus ada intervensi dari pusat, karena ini program mereka, sedangkan kami mendukung," katanya.

Ia berharap program Sekolah Rakyat terus berlanjut agar semakin banyak anak dari keluarga rentan yang memperoleh akses pendidikan sekaligus pembinaan karakter secara berkelanjutan.

Selain menyampaikan evaluasi Sekolah Rakyat, Sutikno memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Cirebon berjalan sesuai jadwal.

Ia menuturkan jalur afirmasi, prestasi dan mutasi dibuka pada 14-18 Juni 2026, dilanjutkan verifikasi pada 21-24 Juni, pengumuman 25 Juni, dan daftar ulang 26 Juni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Alexander Zverev jadi Peten...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Jalani Operasi...
Advertisement
KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.