Andreescu Kembali Menemukan Jalan Menuju Babak Utama Wimbledon, Gjorcheska Cetak Sejarah untuk Makedonia Utara

Jumat, 26 Jun 2026, 07:43 WIB

LONDON — Tangisan bahagia meledak dari Bianca Andreescu setelah pukulan terakhirnya memastikan kemenangan atas Aliaksandra Sasnovich dengan skor 6-3, 7-6(4) pada babak ketiga kualifikasi Wimbledon, Jumat (26/6) dini hari WIB. Kemenangan itu mengantarkan petenis Kanada tersebut kembali ke babak utama Grand Slam untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun.

Usai memastikan kemenangan lewat pukulan drive volley penentu, Andreescu menengadah dan berteriak penuh emosi. Baginya, momen itu terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan.

Ket. Foto: Bianca Andreescu. — Sumber: WTA

“Rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan, sejujurnya,” kata Andreescu setelah pertandingan.

Ucapan tersebut terdengar seperti kalimat seorang remaja yang baru pertama kali lolos ke babak utama Wimbledon. Namun bagi Andreescu, perasaan itu membawanya kembali ke 2017, ketika ia pertama kali merasakan atmosfer tersebut.

Bedanya, kini perjalanan itu datang setelah ia pernah berada di puncak. Setelah menjuarai US Open 2019, Andreescu tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari ia akan merasa sangat bahagia hanya karena berhasil melewati babak kualifikasi.

“Saya melihat diri saya bisa terus bersaing dengan para pemain terbaik. Itulah yang saya pikir sesuai dengan kemampuan saya. Tetapi hidup terkadang memang memberi pukulan balik dan membuat kita mengambil jalan memutar,” ujar petenis berusia 26 tahun itu.

Perjalanan sulit Andreescu dalam beberapa tahun terakhir bukan rahasia. Cedera dan berbagai masalah kesehatan membuatnya kehilangan kepercayaan diri di lapangan. Ia bahkan mengaku sempat merasa takut untuk bergerak dan memukul bola seperti yang ia inginkan.

Upaya kebangkitannya juga beberapa kali terhenti di kualifikasi Grand Slam. Ia kalah dari Nao Hibino di Roland Garros 2025, lalu takluk dari Carson Branstine di Wimbledon 2025 dan Viktoria Hruncakova di Roland Garros bulan lalu.

Penampilan terakhir Andreescu di babak utama Grand Slam terjadi pada US Open 2024. Sedangkan kemenangan terakhirnya di turnamen besar terjadi di Wimbledon dua tahun lalu.

“Keempat kalinya akhirnya berhasil,” kata Andreescu sambil bercanda.

Ia masih bisa melihat perjalanan kariernya dengan humor, termasuk kisah saat menunggu peluang masuk ke turnamen di Berlin yang tidak pernah datang, hingga meminta bantuan Yulia Putintseva agar bisa memasuki area utama Wimbledon untuk berlatih.

Namun di balik candanya, Andreescu paling bangga karena tidak pernah menyerah. Setelah melewati 10 bulan tanpa gangguan kesehatan, rasa takut yang dulu menghambat permainannya perlahan mulai menghilang.

Salah satu perjalanan paling panjang menuju babak utama Wimbledon tahun ini dilalui oleh Lina Gjorcheska.

Petenis berusia 31 tahun itu mencatat sejarah pribadi sekaligus sejarah negaranya setelah mengalahkan unggulan ke-20 Lucia Bronzetti dengan skor 6-1, 6-2. Hasil tersebut menjadikannya pemain pertama dari Makedonia Utara yang mencapai babak utama turnamen Grand Slam.

“Ya Tuhan, ini sangat berarti bagi saya. Mungkin saat ini saya belum sepenuhnya menyadari besarnya pencapaian ini, tetapi beberapa menit lagi saya pasti akan merasakannya. Saya hanya bisa mengatakan bahwa saya sudah sangat sabar,” ujar Gjorcheska.

Kesabaran itu memang menjadi bagian besar dari perjalanan kariernya.

Putri dari dua mantan pemain voli tersebut mulai mengikuti turnamen profesional pada 2011. Beberapa pekan setelah ulang tahunnya yang ke-19, ia tampil di kualifikasi Grand Slam pertamanya pada US Open 2016.

Di Australian Open 2017, dukungan diaspora Makedonia Utara di Melbourne mengiringinya hingga babak terakhir kualifikasi — pencapaian terbaiknya di Grand Slam sebelum akhirnya membuat sejarah tahun ini.

Tiga bulan kemudian, ia menjadi petenis Makedonia Utara pertama yang tampil di babak utama WTA sebagai lucky loser di Biel. Namun sembilan tahun berselang, Wimbledon akan menjadi penampilan keduanya di level tur utama.

Tanpa dukungan federasi nasional, Gjorcheska membangun karier profesionalnya hampir sendirian. Ia melewati masa-masa cedera dan kesulitan finansial, tetapi tetap mampu mengoleksi 15 gelar tunggal ITF, 47 gelar ganda ITF, serta tampil 13 kali di kualifikasi Grand Slam.

“Saya hanya terus bermain dan mencintai olahraga ini, karena tenis adalah olahraga yang sangat indah. Wimbledon adalah impian setiap anak kecil,” katanya.

Sebagai pemain pertama dari negaranya yang mampu membawa nama Makedonia Utara ke panggung tenis dunia, Gjorcheska juga memberikan rekomendasi bagi wisatawan yang ingin berkunjung.

“Negara kami kecil, tetapi sangat indah. Orang-orangnya ramah. Makanannya luar biasa, begitu juga anggurnya. Ada Danau Ohrid yang sangat cantik. Saya pikir semua orang harus datang ke sana,” ujarnya.

Unggulan pertama kualifikasi, Maria Timofeeva, juga memastikan tempat di babak utama Wimbledon setelah mengalahkan wild card Heather Watson dengan skor 3-6, 6-2, 6-1.

Ini menjadi penampilan pertamanya di babak utama Grand Slam sejak Roland Garros 2024 sekaligus debutnya di Wimbledon.

Setelah menjuarai Budapest 2023 dan mencapai babak keempat Australian Open 2024, Timofeeva sempat masuk 100 besar dunia. Namun pada 2025, ia terpuruk hingga keluar dari 250 besar akibat cedera ringan dan tekanan ekspektasi.

Kini ia kembali bangkit dengan tim baru yang bermarkas di Frankfurt, pola latihan baru, serta bendera baru.

Tahun lalu, Timofeeva dan keluarganya pindah ke Tashkent, kemudian mulai membela Uzbekistan pada Oktober. Dukungan federasi barunya, termasuk dari mantan pemain 50 besar Iroda Tulyaganova dan Akgul Amanmuradova, membantu perkembangan permainannya.

Pada 2026, Timofeeva mencatat rekor 26 kemenangan dan 12 kekalahan, termasuk dua gelar WTA 125 di Istanbul dan Makarska.

“Saya belum siap menunjukkan konsistensi dengan permainan saya. Secara mental juga sangat berat karena tekanan dan harapan banyak orang,” kenangnya.

Menurutnya, ia membutuhkan waktu untuk kembali fokus pada dirinya sendiri, membangun konsistensi, serta menemukan kembali kepercayaan diri.

Sejumlah pemain lain juga memastikan tiket ke babak utama. Robin Montgomery memperpanjang kemenangan beruntunnya menjadi sembilan laga setelah mengalahkan Marina Bassols Ribera 3-6, 6-1, 6-1.

Sementara Mananchaya Sawangkaew melakukan comeback dramatis dengan menyelamatkan tiga match point sebelum menang atas Oceane Dodin 5-7, 7-5, 6-1 untuk debut di Wimbledon.

Unggulan kedua Ashlyn Krueger juga melanjutkan performa impresif dengan meraih kemenangan kedelapan beruntun.

Tiga remaja akan menjalani debut di babak utama Wimbledon: unggulan ketiga Alina Korneeva, petenis Serbia Teodora Kostovic, serta petenis Italia Tyra Caterina Grant.

Selain itu, Mariam Bolkvadze kembali ke babak utama Grand Slam setelah enam tahun absen. Ia menjadi petenis Georgia keempat yang tampil di Wimbledon setelah Leila Meskhi, Anna Tatishvili, dan Ekaterine Gorgodze.

Sementara Iryna Shymanovich mencatat kemenangan dramatis dengan menyelamatkan tiga match point sebelum mengalahkan Katherine Sebov. Ia kemudian mempersembahkan kemenangan itu untuk sang ayah, Vladimir, yang meninggal dunia pada April lalu.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.