10 Mantan Anggota OPM Sorong Kembali ke Pangkuan NKRI

Kamis, 25 Jun 2026, 14:19 WIB

MANOKWARI - Sepuluh orang yang sebelumnya tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berkomitmen turut mewujudkan kondusivitas keamanan.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto di Manokwari, Papua Barat, Kamis, mengatakan 10 kombatan OPM Kodap IV/Sorong Raya itu berasal dari unsur Kowip I, Batalyon Ofir, dan Batalyon Sair.

Ket. Foto: Salah seorang mantan anggota OPM Kodap IV Sorong mencium Bendera Merah Putih usai mengucapkan ikrar setia kembali ke pangkuan NKRI pada upacara yang dipimpin Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto di Markas Kodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Papua Barat, Kamis (25/6/2026). — Sumber: ANTARA

“Puji syukur hari ini kita semua menyaksikan sepuluh mantan anggota OPM mengucapkan janji setiap kepada NKRI,” ujar Lucky.

Ia menjelaskan proses kembalinya para mantan anggota kelompok bersenjata itu merupakan hasil pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan oleh jajaran Kodam XVIII/Kasuari bersama pemerintah daerah serta tokoh masyarakat setempat.

Sepuluh mantan OPM yang kembali ke pangkuan NKRI terdiri atas sejumlah pimpinan dan anggota kelompok, termasuk unsur komandan batalyon, wakil komandan, serta anggota di bawah struktur organisasi Kodap IV/Sorong Raya.

“Proses kembalinya sepuluh anggota OPM beserta keluarga mereka ke kurang lebih sebanyak 37 orang, berlangsung cukup panjang, hampir enam bulan,” ujarnya.

Ia menjelaskan sepuluh pentolan OPM beserta keluarga sepakat dijemput oleh personel TNI di Pos Meyerga, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, setelah Satuan Tugas (Satgas) Yonif 410/Aluguro intens melakukan komunikasi.

Kodam XVIII/Kasuari kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni terkait rencana pemasyarakatan, pembinaan, serta pemberian layanan dasar kepada sepuluh pentolan OPM bersama keluarga.

“Mereka terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan awal dan dilanjutkan pemeriksaan kesehatan di Markas Kodam Kasuari, sehingga dapat dipastikan mereka sehat,” kata Lucky.

Dia berharap kembalinya 10 kombatan OPM ke pangkuan NKRI dapat menjadi contoh bagi anggota separatis lainnya di Tanah Papua agar segera meninggalkan kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan wilayah.

Pemerintah dan aparat TNI-Polri di seluruh Tanah Papua senantiasa memberikan pendampingan serta menjamin hak-hak bagi mantan anggota OPM sebagai warga negara setelah menyatakan kembali setia kepada NKRI.

“Kami memberikan jaminan keamanan sepenuhnya bagi mereka yang mau kembali ke pangkuan NKRI,” ucap Lucky.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi upaya aparat keamanan yang telah memfasilitasi 10 mantan anggota OPM Kodap IV/Sorong Raya untuk kembali berkumpul dengan masyarakat pada umumnya.

Pemerintah daerah berkomitmen membuka ruang bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi atas ketidakpuasan pelayanan publik maupun pelaksanaan program pembangunan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau mereka tidak puas dengan kinerja pemerintah, bisa disampaikan melalui jalur yang sudah ditentukan. Terima kasih hari ini sudah ada sepuluh yang kembali, semoga jumlahnya terus bertambah,” ucap Dominggus.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.