Messi Tetap Jadi Pusat Permainan Argentina, Dua Dekade Setelah Debut Piala Dunia

Selasa, 23 Jun 2026, 06:27 WIB

NEW YORK— Dua puluh tahun setelah Lionel Messi pertama kali menginjakkan kaki di panggung Piala Dunia, Argentina masih bergerak mengelilingi kekuatan yang sama: sang kapten yang tak pernah kehilangan pengaruh.

Sebelum turnamen dimulai, pertanyaan besar yang mengiringi Argentina adalah apakah tim juara bertahan mampu mengelola beban permainan seorang kapten yang akan berusia 39 tahun pekan ini. Namun, setelah dua pertandingan dan lima gol Messi, pertanyaan itu berubah menjadi: bagaimana cara lawan menghentikannya?

Ket. Foto: Lionel Messi. — Sumber: AFP

Messi telah mencetak seluruh gol Argentina di Piala Dunia kali ini. Penampilannya membawa La Albiceleste memastikan tiket ke fase gugur dengan satu pertandingan tersisa, sekaligus mengirim pesan kuat bahwa mereka masih menjadi salah satu kekuatan utama turnamen.

Setelah mencetak hat-trick pada laga pembuka melawan Aljazair, Messi kembali menunjukkan kelasnya saat mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Austria pada Senin.

Catatan tersebut membuat Messi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, melewati rekor legenda Brasil, Marta, dalam daftar pencetak gol keseluruhan, sekaligus memperpanjang rekor mencetak golnya menjadi enam pertandingan Piala Dunia secara beruntun.

Argentina memang diprediksi tetap menjadi tim berbahaya, tetapi mungkin tidak banyak yang memperkirakan mereka akan begitu bergantung kepada pemain berusia 38 tahun tersebut. Alih-alih mengalami penurunan, Messi justru menjadi sumber kreativitas utama dan mengubah tim yang sudah sulit dikalahkan menjadi kandidat kuat juara dengan seorang penentu pertandingan sebagai pusat permainan.

Bagi rekan-rekan setimnya, rasa kagum terhadap Messi belum pernah berkurang meski waktu terus berjalan.

"Ini gila. Dia terus mengejutkan kami di setiap latihan dan setiap pertandingan. Ini menjadi kebahagiaan bagi kami. Kami mencoba menikmati keberadaannya setiap hari, bukan hanya di lapangan tetapi juga di luar lapangan, karena dia adalah pribadi yang luar biasa," ujar gelandang Argentina, Leandro Paredes.

Penyerang Argentina, Julian Alvarez, juga menilai ketahanan Messi membuat pencapaiannya semakin istimewa.

"Selama 20 tahun menjadi pemain terbaik di dunia, terbaik dalam sejarah, dan dia masih terus menunjukkan di usianya sekarang bahwa dia memiliki bakat dan semua keajaibannya," kata Alvarez.

Argentina kini bukan sekadar tim yang ingin memberikan penghormatan kepada seorang legenda yang mendekati akhir karier. Empat tahun setelah Messi membawa mereka meraih gelar juara dunia di Qatar, mereka masih mendapatkan energi darinya dan masih menunggu momen-momen magis yang bisa menentukan pertandingan.

Dua dekade setelah debutnya, Argentina masih dibangun dengan Messi sebagai pusatnya.

Sang kapten tetap menjadi pusat gravitasi La Albiceleste, pemain yang menarik seluruh tim ke arahnya dan menentukan arah perjalanan mereka di Piala Dunia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.