- Home
-
- Megapolitan
-
- Menengok Perjalanan Pasar ...
Menengok Perjalanan Pasar Minggu sebagai Tempat Berjualan Buah
Selasa, 23 Jun 2026, 04:10 WIBLebih dari seratus tahun lalu warga Jakarta memiliki satu tempat khusus untuk menjual dan membeli buah yang kini dikenal dengan nama Pasar Minggu. Untuk mengenang tempat tersebut, diadakan Festival Mikul Buah II Tahun 2026. Acara ini menjadi ruang refleksi 105 tahun sejarah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sekaligus momentum menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI Jakarta.
âTahun ini, Festival Mikul Buah mengusung tema Refleksi 105 Tahun Pasar Minggu yang Selaras Menuju 5 Abad Kota Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya,â kata Lurah Pasar Minggu Meilita Paramanandana saat dihubungi di Jakarta, Senin. Dia menyatakan festival tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Pasar Minggu untuk merefleksikan perjalanan sejarah wilayah yang telah berusia kurang lebih 105 tahun itu.
Nama Pasar Minggu, kata dia, telah dikenal sejak awal abad ke-20 sebagai kawasan perdagangan hasil bumi dan buah-buahan yang tumbuh di tengah sentra pertanian dan perkebunan. Identitas tersebut hingga kini masih melekat kuat sebagai bagian dari sejarah dan karakter wilayah Pasar Minggu.
âMelalui Festival Mikul Buah, masyarakat Pasar Minggu berupaya menghidupkan kembali memori sejarah tersebut agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman dan urbanisasi,â ujar Meilita. Menurut dia, festival tersebut bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga wujud pelestarian sejarah, budaya, dan identitas lokal.
Tradisi âMikul Buah,â menutur Meilita, merupakan simbol penghormatan kepada para petani, pedagang, dan masyarakat terdahulu yang telah membangun Pasar Minggu sebagai pusat perdagangan hasil bumi. Dalam persiapannya, panitia yang berasal dari unsur masyarakat telah bekerja intensif dan melibatkan berbagai elemen. Di antaranya RT, RW, LMK, FKDM, PKK, karang taruna, tokoh masyarakat, serta Pemerintah Kelurahan Pasar Minggu dan para pemangku kepentingan.
Berbagai aspek teknis, mulai dari koordinasi acara, penataan lokasi, tenan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), keamanan, hingga kebersihan terus dimatangkan agar pelaksanaan festival tersebut aman, tertib, dan sukses. Festival Mikul Buah dilaksanakan pada 27-28 Juni 2026 di Lapangan Ketahanan Pangan Palapa.
Meilita mengungkapkan kegiatan itu akan memecahkan Original Rekor Indonesia (ORI) dengan menghadirkan Parade Kolosal Mikul Buah yang terdiri 500 peserta dari kalangan masyarakat dan anak-anak sekolah. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara sejarah, budaya, ekonomi kreatif, dan partisipasi masyarakat melalui berbagai rangkaian acara. Di antaranya Parade Mikul Buah Kolosal, pertunjukan seni budaya Betawi, pameran UMKM, bazar warga, serta kegiatan sosial dan hiburan.Â
- Sejarah Pasar Minggu
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.