Bupati Karawang Protes Pemadaman Listrik Berjam-jam, Minta PLN Prioritaskan Industri dan Layanan Publik
Minggu, 21 Jun 2026, 05:00 WIBKarawang - Bupati Karawang Aep Syaepuloh meminta PLN agar memperhatikan dampak pemadaman listrik yang berlangsung selama berjam-jam terhadap kegiatan usaha ekonomi masyarakat dan pelayanan publik.
"Terkait dengan kebijakan pemadaman listrik yang sudah terjadi selama dua pekan terakhir ini, kami sudah berkomunikasi dengan manajemen PLN Karawang," kata Bupati di Karawang, Sabtu (20/6).
Bupati meminta agar pihak PLN memperhatikan dampak pemadaman listrik bergilir terhadap pelayanan publik, fasilitas kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Secara umum, Bupati mengatakan, pelaksanaan pemadaman listrik diharapkan tidak mengganggu pelayanan dasar yang dibutuhkan masyarakat.
"Saya sudah sampaikan kepada manajer PLN Karawang. Karawang ini kota industri, banyak perkantoran dan aktivitas masyarakat yang bergantung pada listrik. Yang paling penting adalah pelayanan kepada masyarakat harus tetap diperhatikan," katanya.
Disebutkan, sejumlah sektor pelayanan publik harus menjadi prioritas dan mendapatkan perhatian khusus selama berlangsungnya pemadaman listrik. Seperti pelayanan kesehatan, rumah sakit, hingga pelayanan air bersih yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, jangan sampai terganggu atas pemadaman listrik dari PLN.
"Harus ada skala prioritas agar pelayanan kepada masyarakat tidak akibat pemadaman listrik," katanya.
Menurut dia, rumah sakit merupakan fasilitas vital yang harus tetap beroperasi secara optimal. Karena itu diminta agar PLN memastikan fasilitas kesehatan yang ada di Karawang tetap mendapatkan perhatian dalam pengaturan pemadaman listrik.
Pemerintah Kabupaten Karawang, katanya, akan terus berkoordinasi dengan PLN guna meminimalkan dampak pemadaman listrik terhadap pelayanan publik maupun aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Karawang.
Sementara itu, sudah sekitar dua pekan, para pelanggan PLN di sejumlah daerah sekitar Karawang mengalami pemadaman listrik, yang dilakukan secara bergantian.
Informasi yang dihimpun, dalam sehari terdapat lebih dari sepuluh titik pemadaman listrik dengan rata-rata durasi pemadaman tiga hingga lima jam.
Selain kawasan pemukiman penduduk, gedung perkantoran, pusat layanan publik, area usaha, kawasan perusahaan, sekolah, kampus hingga rumah sakit menjadi titik pemadaman listrik bergilir.
Asisten Manajer Keuangan dan Umum PT PLN UP3 Karawang, Wahyu NF saat dihubungi menyampaikan permohonan maaf sehubungan masih adanya pemadaman bergilir di wilayah Karawang.
Ia mengatakan, pemadaman listrik dilakukan karena terjadi kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik.
Atas kondisi itulah, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dengan penghentian pasokan listrik di beberapa lokasi.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gubernur DKI Jakarta Pantau Pengerukan Kanal Banjir Barat
-
Filipina Desak Pembebasan Aung San Suu Kyi
-
Kemenhaj Sulsel Siap Berangkatkan Jamaah Calon Haji ke Arab Saudi
-
Menteri PU Siapkan Satgas Bersama Antisipasi Banjir di Rel Kereta saat Arus Mudik Lebaran
-
Utah Jazz Kalahkan Washington Wizards 122-112
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.