Pembuatan Kiswah Ka'bah Terbaru Rampung, Gunakan Teknologi Jahit Berbasis Laser

Selasa, 16 Jun 2026, 16:10 WIB

Mekkah – Tahap akhir pembuatan Kiswah Ka'bah yang baru telah rampung di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah Suci di Mekkah. Penyelesaian proses ini menjadi wujud komitmen Arab Saudi dalam merawat Dua Masjid Suci melalui perpaduan teknologi modern dan keahlian para pengrajin berpengalaman.

Kepala Departemen Penjahitan Kiswah Ka'bah, Salah Al-Sulami, menjelaskan proses produksi dimulai dengan pemasangan lapisan dalam berbahan katun putih pada keempat sisi Ka'bah. Lapisan tersebut kemudian dipadukan dengan panel-panel sutra hitam yang dihiasi kaligrafi ayat suci Al-Qur'an dan motif-motif Islami.

Ket. Foto: Umat Islam dari berbagai negara mengabadikan proses penggantian kain penutup Ka'bah atau kiswah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (15/6). — Sumber: Antara

Setiap panel sutra memiliki ukuran sekitar 14 meter x 1 meter dan disambungkan secara presisi hingga membentuk satu kesatuan Kiswah yang utuh. Proses penyatuan dilakukan menggunakan salah satu mesin jahit terbesar yang digunakan khusus untuk pembuatan Kiswah, yang juga termasuk mesin jahit terpanjang di dunia.

Mesin tersebut dilengkapi sistem kontrol berbasis laser yang mampu mengarahkan jalur jarum dan benang dengan tingkat akurasi tinggi. Teknologi ini memastikan setiap sambungan memiliki keselarasan yang sempurna sehingga menghasilkan Kiswah dengan standar kualitas dan ketelitian terbaik.

Menurut Al-Sulami, penggunaan teknologi modern tidak menghilangkan sentuhan seni tradisional yang menjadi ciri khas Kiswah. Seluruh tahapan tetap melibatkan para pengrajin terampil yang mewarisi keahlian pembuatan Kiswah dari generasi ke generasi.

Ornamen Kiswah

Di balik kemegahan Kiswah Ka'bah, terdapat sosok-sosok seniman kaligrafi yang berperan besar dalam membentuk karakter artistiknya. Salah satu tokoh paling berpengaruh adalah almarhum Abdul Rahim Amin Bukhari, kaligrafer ternama yang dikenal atas kontribusinya dalam seni kaligrafi Arab dan desain Islami pada Kiswah.

Bukhari lahir di Mekkah pada 1335 Hijriah atau 1917 Masehi dan tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan tradisi seni Islam. Sejak usia muda, ia menunjukkan bakat luar biasa dalam kaligrafi Arab yang kemudian berkembang menjadi pengabdian panjang untuk Ka'bah.

Selama puluhan tahun, Bukhari terlibat dalam penyusunan kaligrafi dan ornamen Kiswah. Karyanya mencakup bordir ayat-ayat suci pada Kiswah, desain tirai pintu Ka'bah, hingga berbagai motif dekoratif yang menghiasi pintu Ka'bah.

Dalam perjalanan kariernya, ia berpartisipasi dalam pembuatan 21 Kiswah serta mengawasi pengerjaan kaligrafi dan dekorasi pada tiga pintu Ka'bah. Kontribusinya menjadikan Bukhari sebagai salah satu tokoh yang sangat dihormati dalam dunia seni kaligrafi Islam.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya, nama Abdul Rahim Amin Bukhari pernah dicantumkan pada Kiswah pada masa pemerintahan Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud. Penghormatan tersebut hingga kini dikenang sebagai simbol apresiasi atas jasa dan warisan seni yang ditinggalkannya.

Rampungnya tahap akhir pembuatan Kiswah terbaru menandai kesiapan kain penutup Ka'bah untuk digunakan pada pergantian Kiswah mendatang. Proses ini tidak hanya menunjukkan kemajuan teknologi dalam pengerjaannya, tetapi juga melestarikan tradisi seni Islam yang telah diwariskan selama berabad-abad.

  • ka'bah

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.