Tailan Umumkan 15 Hari Masa Berkabung

Senin, 15 Jun 2026, 03:30 WIB

BANGKOK – Kantor berita Bangkok Post pada Minggu (14/6) melaporkan bahwa pemerintah Tailan menetapkan bahwa negara Gajah Putih sedang menjalani masa berkabung selama 15 hari, mulai Jumat, untuk menghormati mendiang putri sulung raja yaitu Putri Bajrakitiyabha Narendiradebyavati yang wafat pada Kamis (11/6) lalu.

Pengumuman itu diinformasikan setelah jasad Putri Bajrakitiyabha dibawa ke istana kerajaan di Bangkok pada Sabtu (13/6) dengan disambut ribuan pelayat berpakaian hitam yang berbaris di jalur prosesi.

Ket. Foto: Seorang pelayat memegang foto mendiang Putri Bajrakitiyabha di luar Grand Palace di Bangkok pada Sabtu (13/6). Pemerintah Tailan pada Sabtu mengumumkan 15 hari masa berkabung untuk menghormati mendiang putri sulung raja yang wafat pada Kamis (11/6) lalu. — Sumber: AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA

Putri Bajrakitiyabha yang dikenal sebagai Putri Bha, meninggal dalam usia 47 pada hari Kamis setelah menderita infeksi perut. Ia telah menghabiskan lebih dari tiga tahun dalam keadaan koma karena penyakit jantung.

"Ketika harus mengucapkan selamat tinggal, itu tidak mudah bagi kami," kata pelayat Donnapha Kladbupha, seorang guru bahasa Inggris berusia 54 tahun dan mengaku sebagai royalis, kepada AFP. “Monarki mewakili persatuan bagi rakyat Tailan selama masa-masa sulit,” ucap dia.

Pelayat lain terlihat mengantre di dekatnya untuk mendapatkan giliran melakukan ritual Buddha menuangkan air suci ke dalam mangkuk upacara yang ditempatkan di depan potret sang putri.

"Saya sedih ia meninggal, terutama ketika saya melihat fotonya saat masih kecil," kata pelayat lain yang bernama Nitikan Tephakham, 79 tahun, yang datang melayat dari provinsi timur laut Roi Et, kepada AFP. "Ketika ia sakit, saya berdoa agar makhluk suci melindunginya dan mengharapkan keajaiban," imbuh dia.

Protokol Ketat

Ribuan pelayat yang sebagian besar lansia terlihat duduk dalam suhu terik di sepanjang 10 kilometer ke Grand Palace dari Rumah Sakit Chulalongkorn, tempat sang putri dirawat. Jenazahnya tiba di istana sekitar pukul 5 sore dalam prosesi yang khidmat dan teratur.

Polisi menutup jalan dan lalu lintas hingga terhenti di beberapa bagian pusat komersial Bangkok saat iring-iringan mobil kerajaan lewat, dipimpin oleh Raja Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida.

Penyiar publik Tailan Thai PBS melaporkan bahwa jenazah sang putri dibawa dengan kendaraan yang sama yang telah mengangkut jenazah kakeknya, Raja Bhumibol, yang meninggal pada Oktober 2016 lalu. Kemudian upacara keagamaan dilantunkan secara tertutup di istana setelah prosesi tersebut.

Pemerintah Tailan belum mengumumkan rincian pemakaman, tetapi telah menginstruksikan pejabat negara untuk mengenakan pakaian hitam dan memerintahkan agar bendera dikibarkan setengah tiang selama 15 hari.

Proses persidangan dilakukan di bawah pengamanan ketat dan protokol ketat, dengan petugas mengenakan pakaian formal, akses media dibatasi dan puluhan petugas polisi berjaga-jaga.

Kematian anggota keluarga Kerajaan Tailan ini adalah masa berduka kedua dalam beberapa bulan setelah sebelumnya Ratu Sirikit, ibunda raja, meninggal pada bulan Oktober pada usia 93 tahun.

Putri Bajrakitiyabha adalah anak tunggal dari pernikahan Raja Maha Vajiralongkorn dengan Putri Soamsawali. Mendiang Putri Bajrakitiyabha merupakan seorang jaksa dan diplomat terlatih serta pernah menjabat sebagai duta besar untuk Austria.

Raja Maha Vajiralongkorn, 73 tahun, yang memiliki tujuh anak dari empat pernikahan, hingga kini belum mengumumkan ahli waris pilihannya, meskipun aturan suksesi menguntungkan laki-laki. AFP/BangkokPost/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Berbagai Sumber

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.