Kemkomdigi Latih Talenta Digital SMK untuk Buka Peluang Kerja di Daerah

Minggu, 14 Jun 2026, 09:32 WIB

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiapkan siswa SMK sebagai talenta digital lokal yang mampu membangun, merawat, dan memperbaiki jaringan telekomunikasi di wilayahnya masing-masing.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan menggelar pelatihan jaringan fiber optik bagi siswa SMK di Medan. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses internet sekaligus membuka peluang kerja baru bagi generasi muda di daerah.

Ket. Foto: Menkomdigi Meutya Hafid bersama peserta pelatihan jaringan fiber optik untuk siswa SMK di SMK Multi Karya Medan, Sumatera Utara, Sabtu (13/6/2026). — Sumber: ANTARA

“Ke depan kita punya konsep bahwa jaringan-jaringan fiber optik di berbagai daerah tidak perlu lagi dikirim tenaga kerjanya dari Jawa atau dari daerah lain,” kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam acara Pelatihan Jaringan Fiber Optik bagi siswa di SMK Multi Karya, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (13/6).

Meutya menambahkan, ketersediaan talenta digital lokal berpotensi menciptakan peluang kerja baru di daerah. Menurutnya, kebutuhan tenaga terampil di sektor infrastruktur digital akan terus meningkat seiring tingginya ketergantungan masyarakat terhadap internet.

Ia memaparkan data yang mencatat rata-rata masyarakat Indonesia menggunakan internet selama delapan jam per hari. Dari sekitar 230 juta pengguna internet di Indonesia, sekitar 60 hingga 70 persen merupakan kelompok usia muda.

"Anak-anak mudalah yang paling banyak memanfaatkan teknologi ini. Karena itu, kita berharap mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pihak yang merawat infrastruktur yang mendukung konektivitas tersebut," tegasnya.

Menurut Meutya, pemerintah berkomitmen memperluas konektivitas hingga menjangkau wilayah-wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses internet.

Karena itu, semakin luas jaringan yang dibangun, kebutuhan tenaga kerja terampil yang mampu melakukan instalasi, perbaikan, dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi juga semakin besar.

"Jaringan-jaringan itu selalu memerlukan perhatian. Kalau sudah cukup lama digunakan, pasti memerlukan sentuhan tangan manusia, perbaikan, dan perawatan secara berkala," tuturnya.

Program pelatihan jaringan fiber optik bagi siswa SMK menjadi bagian dari strategi Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Kemkomdigi dalam mendukung target pembangunan infrastruktur fixed broadband nasional.

Pemerintah menargetkan penetrasi layanan fixed broadband mencapai 50 persen populasi Indonesia pada periode 2025–2029. Saat ini capaian penetrasi baru berada di kisaran 25 persen populasi.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi Wayan Toni Supriyanto menjelaskan bahwa upaya untuk mencapai target tersebut tidak hanya membutuhkan pembangunan perangkat dan jaringan, tetapi juga dukungan sumber daya manusia yang kompeten.

"Penggelaran infrastruktur digital tidak hanya soal perangkat dan kabel, tetapi juga sumber daya manusia. Karena itu kami melihat pelatihan seperti ini penting untuk menyiapkan tenaga-tenaga terampil yang nantinya dapat mendukung pembangunan dan pemeliharaan jaringan di daerah masing-masing," jelasnya.

Menurut Wayan, perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini telah memasuki era dominasi fiber optik yang membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru di berbagai daerah.

"Ini membuat peluang bisnis dan juga peluang usaha menjadi partner-partner bagi ribuan penyelenggara telekomunikasi yang ada di Indonesia," ujarnya.

Pelatihan yang digelar DJID Kemkomdigi di Medan kali ini diikuti oleh 40 peserta, terdiri atas 20 siswa SMK Multi Karya Medan dan 20 siswa SMK Negeri 4 Medan.

Para peserta memperoleh pembekalan mengenai instalasi, penyambungan (splicing), pengujian, hingga pemeliharaan jaringan fiber optik sesuai kebutuhan industri telekomunikasi saat ini.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan vokasi, Kemkomdigi juga menyerahkan perangkat praktik instalasi fiber optik kepada SMK Multi Karya Medan dan SMK Negeri 4 Medan agar dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran secara berkelanjutan.

Selain pelatihan tatap muka, peserta juga dapat melanjutkan pembelajaran melalui platform Learning Management System (LMS) yang disiapkan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital.

  • Kemkomdigi

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.