Belanja Jadi Daya Tarik Utama, Pemerintah Genjot Potensi Ekonomi Daerah
Minggu, 14 Jun 2026, 19:20 WIBJAKARTA â Wisata belanja merupakan salah satu segmen pariwisata yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perputaran ekonomi daerah karena mendorong konsumsi wisatawan terhadap produk lokal, kerajinan, fesyen, hingga kuliner khas.
Aktivitas belanja tidak lagi sekadar pelengkap perjalanan, tetapi telah menjadi daya tarik utama yang mampu meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan.
Pengembangan wisata belanja juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produk daerah.
Oleh karena itu, penguatan kualitas produk, pengalaman berbelanja yang nyaman, serta integrasi dengan atraksi wisata lainnya menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata belanja di tengah persaingan yang semakin ketat.
Kementerian Pariwisata mendukung upaya pengembangan layanan wisata belanja berbasis potensi lokal untuk menarik kunjungan wisatawan.
"Kementerian Pariwisata ingin mendorong konsep wisata belanja yang lebih experiential dan berbasis kekuatan lokal Indonesia," kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini di Jakarta, Sabtu (13/6).
Layanan wisata belanja yang dimaksud tidak hanya mencakup pusat perbelanjaan modern, tetapi juga pusat kerajinan, fesyen, produk kreatif, dan kuliner khas daerah.
"Ke depan, Kemenpar juga ingin agar Indonesia bukan hanya sebagai destinasi alam dan budaya, tetapi juga dikenal sebagai tujuan wisata yang turut menawarkan wisata lifestyle dan shopping experience berbasis produk lokal Indonesia," kata Made.
Dia mengemukakan pentingnya kemampuan pengelola destinasi wisata untuk menghadirkan layanan wisata belanja yang terpadu dengan beragam fasilitas kegiatan bersama keluarga, terutama pada masa libur sekolah.
"Kami melihat libur sekolah merupakan momentum strategis. Ketika destinasi mampu menghadirkan pengalaman wisata yang terintegrasi dengan belanja dan hiburan keluarga, maka peluang peningkatan pergerakan wisatawan akan jauh lebih besar," katanya.
Pada masa wisatawan domestik lebih selektif dalam berbelanja dan bepergian, ia mengatakan, pengelola destinasi wisata dituntut untuk menghadirkan pengalaman wisata yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
Pengalaman wisata yang demikian bisa dihadirkan dalam paket layanan wisata yang mencakup kegiatan hiburan, kuliner, belanja produk lokal, dan acara bersama keluarga.
Program BINA Holiday & Back to School 2026 yang menawarkan promosi belanja, aktivitas bersama keluarga, acara hiburan, dan stimulus mobilitas diharapkan bisa mendorong peningkatan perjalanan wisatawan di dalam negeri selama liburan sekolah.
Program itu membuka kesempatan bagi warga untuk menikmati beragam program promosi belanja, acara keluarga, serta paket wisata yang mencakup pusat-pusat ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Selama libur sekolah, layanan wisata belanja yang ramah keluarga, mudah diakses, dan bisa memberikan pengalaman lintas generasi menjadi fokus promosi wisata untuk mendorong peningkatan perjalanan wisatawan domestik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka perjalanan wisatawan Nusantara sepanjang Januari-April 2026 mencapai 417,06 juta perjalanan atau meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- wisata belanja
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.