Sawahlunto Perkuat Deteksi Dini Stroke hingga Desa dan Kelurahan, Libatkan RS Otak M Hatta
Jumat, 12 Jun 2026, 05:00 WIBSawahlunto - Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat memperkuat deteksi dini stroke melalui peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan hingga tingkat desa dan kelurahan serta penguatan respons layanan puskesmas terhadap masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit tersebut.
"Kami ingin aparatur pemerintah memahami faktor risiko, gejala awal, serta langkah penanganan stroke sehingga dapat membantu menyebarluaskan informasi yang benar kepada masyarakat dan mendorong deteksi dini," kata Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra di Sawahlunto, Kamis (11/6).
Upaya itu dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi penyakit stroke bersama RS Otak M Hatta Bukittinggi yang diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah di Balai Kota Sawahlunto, Kamis.
Menurut dia, aparatur pemerintahan hingga tingkat desa dan kelurahan memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga dapat menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan stroke.
Ia juga meminta jajaran puskesmas lebih responsif terhadap masyarakat yang terdeteksi memiliki faktor risiko maupun gejala awal yang mengarah pada stroke agar dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Ia mengatakan kecepatan respons menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko kecacatan dan dampak kesehatan yang lebih berat akibat keterlambatan penanganan.
Dia menilai perkembangan penyakit stroke di Sawahlunto memerlukan perhatian yang lebih besar sehingga dibutuhkan langkah pencegahan yang lebih masif melalui edukasi kesehatan dan deteksi dini.
Direktur Utama RS Otak M Hatta Bukittinggi dr Afrizal Hasan, MKM, MARS, QHIA mengatakan tren penyakit saat ini menunjukkan pergeseran dari penyakit infeksi ke penyakit yang banyak dipengaruhi pola hidup, termasuk stroke.
Menurut dia, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan kemampuan mengenali gejala awal menjadi langkah penting untuk menekan risiko stroke dan penyakit tidak menular lainnya.
"Sebagian besar penyakit yang banyak ditemukan saat ini bukan lagi disebabkan infeksi, tetapi berkaitan dengan pola hidup. Karena itu, pencegahan dan deteksi dini menjadi sangat penting," katanya.
Ia menambahkan RS Otak MÂ Hatta merupakan satu dari dua rumah sakit khusus otak di Indonesia yang terus memperkuat layanan dan edukasi kesehatan untuk meningkatkan penanganan penyakit neurologis di masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai faktor risiko stroke, tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai, pentingnya penanganan cepat, serta layanan kesehatan yang tersedia bagi pasien stroke.
- Kota Sawahlunto
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.