Kemenpar Jadikan Sport Tourism Prioritas, Daerah Bersiap Panen Wisatawan

Jumat, 12 Jun 2026, 22:35 WIB

BADUNG – Pariwisata olahraga (sport tourism) berkembang menjadi salah satu segmen pariwisata yang mampu memberikan dampak ekonomi luas karena menggabungkan aktivitas olahraga dengan perjalanan wisata.

Penyelenggaraan ajang olahraga, baik berskala lokal maupun internasional, tidak hanya menarik atlet dan penonton, tetapi juga mendorong peningkatan okupansi hotel, konsumsi kuliner, penggunaan transportasi, serta aktivitas UMKM setempat.

Ket. Foto: Pesisir InterContinental Bali Resort di Teluk Jimbaran menjadi lokasi kompetisi renang perairan terbuka yang diikuti atlet dari 18 negara di Badung, Bali, Jumat (12/6/2026). — Sumber: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Selain memberikan efek ekonomi jangka pendek, sport tourism juga berperan dalam memperkuat citra destinasi dan memperluas promosi daerah.

Keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas infrastruktur, penyelenggaraan acara yang profesional, serta kemampuan daerah memanfaatkan momentum olahraga sebagai daya tarik wisata yang berkelanjutan.

Kementerian Pariwisata menjadikan pariwisata olahraga (sport tourism) termasuk bahari sebagai salah satu prioritas pemerintah guna menggeliatkan beragam sektor ekonomi di daerah.

“Sport tourism itu menggerakkan ekonomi masyarakat termasuk UMKM,” kata Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata Ni Komang Ayu Astiti di sela pelaksanaan Asian Open Water Swimming (OWS) Championship 2026 ke-12 di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (12/6).

Menurut dia, secara umum ajang olahraga yang digabungkan dengan pariwisata itu berperan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara berkualitas.

Kualitas itu didapatkan dari kemampuan wisatawan asing tersebut untuk berbelanja mencakup pengeluaran di antaranya untuk penginapan, transportasi, makan dan minum.

Astiti menambahkan sport tourism juga berkaitan erat dengan kebutuhan layanan spa atau wisata kebugaran sehingga mendongkrak belanja dan meningkatkan pasar tenaga kerja.

Selain itu, lama tinggal wisatawan pada ajang sport tourism juga lebih panjang dibandingkan kegiatan olahraga misalnya rata-rata durasi kompetisi selama dua hingga tiga hari.

Namun, mereka sudah berada di arena kompetisi beberapa hari sebelum berlaga dan berpeluang besar memperpanjang durasi masa tinggal setelah pelaksanaan kompetisi olahraga selesai.

Salah satu ajang olahraga sport tourism yang saat ini diselenggarakan yaitu kompetisi renang perairan terbuka yang diikuti 78 orang, dan 49 orang ofisial sehingga total delegasi mencapai 127 orang dari 18 negara.

Ajang olahraga renang perairan terbuka tingkat Asia itu berlangsung di pesisir InterContinental Teluk Jimbaran pada 13-15 Juni 2026.

Selain diikuti atlet profesional, ajang tahunan itu juga diikuti sekitar 300 orang peserta dalam ajang A Stream OWS Series bagi perenang pemula, anggota komunitas olahraga, dan anggota masyarakat umum.

Sementara itu, sejumlah atlet mengaku terkesan dengan keindahan alam di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali dengan pemandangan perbukitan, pantai dan suasana yang mendukung mereka untuk bertanding.

Tak hanya berkompetisi, mereka juga menikmati liburan setelah berkompetisi renang perairan terbuka 5-10 kilometer dan estafet 4x1,5 kilometer.

“Bali memiliki lebih banyak budaya yang bisa dinikmati. Kalau untuk kompetisi olahraga ini yang pertama di Bali, tapi untuk kunjungan wisata, ini yang kedua kalinya,” kata atlet asal Taipei, Cho Cheng Chi.

Senada dengan Chi, atlet asal Kazakhstan Lev Cherepanov juga terkesan dengan suasana Bali dengan pemandangan alam yang membuatnya termotivasi untuk berkompetisi dan ingin kembali berwisata di Bali.

“Melihat matahari terbenam, itu menarik sekali, melihat laut, menikmati alamnya, jadi saya mau ke Bali lagi untuk liburan,” ucap Lev.

  • sport tourism
  • pariwisata olahraga

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.