Final NBA: Spurs Buang Keunggulan Terbesar, Knicks Selangkah Lagi Juara

Jumat, 12 Jun 2026, 00:45 WIB

NEW YORK, AMERIKA SERIKAT — San Antonio Spurs masih mencari penjelasan setelah mengalami salah satu kehancuran terbesar dalam sejarah NBA Finals. Keunggulan besar yang seharusnya menjadi jalan menuju kemenangan justru berubah menjadi mimpi buruk setelah mereka takluk dari New York Knicks pada gim keempat, Kamis (11/6).

Spurs sempat unggul hingga 29 poin, menjadi keunggulan terbesar yang pernah terbuang dalam sejarah pertandingan final NBA. Namun, mereka akhirnya runtuh dan kalah tipis 106-107 dari Knicks.

Ket. Foto: Victor Wembanyama. — Sumber: AFP

Hasil tersebut membuat Knicks unggul 3-1 dalam format best-of-seven dan kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk merebut gelar juara NBA.

Bintang muda San Antonio, Victor Wembanyama, menjadi salah satu pemain yang paling terpukul. Pemain Prancis berusia 22 tahun itu mencetak 24 poin, tetapi hanya mampu menambah delapan angka di babak kedua saat Knicks mulai mengejar.

Momen krusial terjadi ketika Wembanyama gagal memasukkan dua lemparan bebas dengan waktu tersisa dua menit, saat tekanan mulai meningkat.

“Saya benar-benar tidak bisa menjelaskannya sekarang,” ujar Wembanyama.

“Saya tidak tahu harus berkata apa tentang emosi di ruang ganti, tetapi tentu saja ini sangat menyakitkan. Kami sudah bekerja sangat keras, lalu membiarkan keunggulan itu hilang. Sesederhana itu. Rasanya benar-benar sakit.”

Meski berada di ujung jurang eliminasi, Wembanyama menegaskan Spurs harus segera bangkit ketika menjamu Knicks pada gim kelima, Sabtu.

“Saya pikir hanya ada dua kemungkinan. Yang buruk adalah menyerah. Yang baik adalah menjadi lebih kuat karena pengalaman ini dan semakin bersatu,” kata Wembanyama.

“Saya tahu itulah yang akan kami lakukan.”

Rekan setimnya, Dylan Harper, juga mengakui kekecewaan besar di ruang ganti.

“Kami semua jelas terluka. Rasanya seperti kami memberikan pertandingan itu begitu saja,” ujar Harper.

Namun, ia menilai rasa sakit tersebut harus menjadi bahan bakar untuk pertandingan berikutnya.

“Sakit, maksud saya marah. Ini menjadi motivasi tambahan bagi kami. Kami hanya harus menyadari bahwa hal terpenting adalah pertandingan berikutnya.”

Pelatih San Antonio Mitch Johnson juga menyebut kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena timnya bermain sangat baik sebelum kehilangan kendali.

“Ini menyakitkan, karena kami bermain sangat bagus,” kata Johnson.

Namun, ia meminta para pemainnya tidak larut dalam penyesalan.

“Kami punya dua hari untuk memberikan semua yang kami punya pada pertandingan Sabtu. Itulah satu-satunya pertandingan yang penting.”

Johnson tetap memberikan penghargaan kepada Knicks atas perjuangan mereka, tetapi percaya Spurs masih memiliki kesempatan.

“Kami merasa hasil dari empat pertandingan ini sebenarnya ada di tangan kami sendiri. Kami harus tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya,” ujarnya.

Kekalahan dramatis ini menjadi ujian terbesar bagi era baru Spurs bersama Wembanyama. Setelah membangun harapan sebagai calon kekuatan baru NBA, San Antonio kini harus menunjukkan apakah mereka mampu bertahan ketika menghadapi tekanan terbesar.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.