FBI Ungkap Tiga Modus Kejahatan yang Paling Mengancam di Dunia

Kamis, 11 Jun 2026, 01:05 WIB

JAKARTA - Federal Bureau Investigation (FBI) mengungkapkan tiga ancaman paling signifikan yang dihadapi dunia saat ini, yaitu penipuan (scam) atau praktik kejahatan siber yang terorganisir, ekstremisme kekerasan nihilistik (NVE), dan perdagangan narkotika transnasional.

Wakil Direktur Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (AS), Andrew Bailey, dalam Konferensi Pers Virtual dari Bangkok, yang dipantau Antara dari Jakarta, Rabu (10/6) mengatakan ancaman-ancaman itu menyasar warga Amerika setiap hari dan dampak mematikannya meningkat tajam di seluruh Asia Tenggara.

Ket. Foto: Wakil Direktur Biro Investigasi Federal AS, Andrew Bailey. — Sumber: FBI

Bailey mengatakan penipuan atau praktik kejahatan siber yang terorganisir telah mencuri tabungan hasil jerih payah masyarakat secara masif. Sementara para ekstremis daring, seperti pelaku NVE, berupaya membahayakan anak-anak dengan memanfaatkan kerentanan mereka.

Sedangkan, para kartel dalam perdagangan narkoba telah meracuni orang-orang demi keuntungan kelompok.

“Para penjahat ini tidak peduli di negara mana para korbannya berada. Mereka menargetkan warga Amerika dan Asia Tenggara tanpa terkecuali. Mereka mengambil keuntungan dari penderitaan tanpa memandang identitas nasional,” kata Bailey.

Masyarakat internasional katanya membutuhkan dukungan pertolongan, dan FBI bersama para mitra asing memimpin upaya penanganan tindak kejahatan tersebut.

“Kami melakukan perlawanan langsung di tempat beroperasinya organisasi kriminal ini, karena cara terbaik untuk melindungi rakyat Amerika adalah dengan menghadapi ancaman ini dari sumbernya,” kata Bailey.

Upaya terbaik untuk mengalahkan ancaman transnasional tersebut adalah melalui kemitraan transnasional yang telah teruji dan terpercaya.

Soal kejahatan penipuan atau praktik kejahatan siber yang terorganisir, Bailey mengatakan bahwa selama beberapa hari terakhir, dia telah bertemu dengan Kepolisian Kerajaan Thailand dan mengawasi pekerjaan FBI melalui kemitraan tersebut untuk membongkar perusahaan kriminal terkait.

Perusahaan-perusahaan itu, kata dia, merupakan sindikat kriminal yang sangat terorganisir, dan mereka menjalankan operasi penipuan skala industri di seluruh dunia.

“Mereka mewakili kejahatan yang sesungguhnya. Mereka tidak membedakan korban berdasarkan kewarganegaraan atau kepercayaan. Mereka mencuri miliaran dollar, mengeksploitasi mata uang kripto, dan tanpa ampun memperdagangkan manusia secara tidak manusiawi,” katanya.

Terkait kejahatan ekstremisme kekerasan nihilistik, Bailey menilai tindak kejahatan tersebut sebagai kelompok ancaman yang paling cepat berkembang yang berupaya menargetkan dan pada akhirnya membunuh para generasi muda.

Kejahatan NVE tegasnya, tidak punya batasan wilayah karena organisasiorganisasi yang terkait berkembang di ruang digital. Mereka memanfaatkan isolasi, mendorong tindakan korban untuk menyakiti diri sendiri dan memuji aksi kekerasan.

Dalam beberapa kasus, para pelaku NVE mencuci otak korban untuk melakukan tindakan menyakiti diri sendiri atau serangan yang menimbulkan korban massal. “Seorang remaja yang duduk di depan komputer di belahan dunia lain dapat mengonsumsi konten kekerasan yang sama dengan seseorang di ruang kelas Amerika.

Kelompok-kelompok ini mewakili evolusi terorisme. Itulah mengapa kerja sama internasional sangat penting,” kata Bailey. Sementara itu, terkait perdagangan narkotika transnasional, khususnya fentanil, Bailey mengatakan bahwa fentanil dengan cepat menjadi narkotika paling mematikan dalam sejarah.

  • Federal Bureau Investigation (FBI)

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Respon Gempa 7,7 M NTT, Dompet Dhuafa Kirim Relawan dan Dirikan Posko Darurat

NASA Ungkap Pola Arus Laut Dunia dari Permukaan hingga Kedalaman 600 Meter

Bantu Masyarakat Terdampak Bencana, Kementan Kirim Bantuan Pangan Senilai 75,4 Miliar ke Flores

PESONA 2026 Wadah UMKM Lamongan Perluas Akses Pasar dan Ajang Naik Kelas

Indonesia Bisa Jadi "Liquidity Hub" Kripto Asia! Ini 3 Syarat Wajibnya

Gempa M7,7 Lumpuhkan Akses Flores! PU Kebut Perbaikan Jembatan & Jalan

Kripto RI Masuk Babak Baru: OJK Jadi Pengawas, Industri Siap "Naik Kelas"

Borobudur Expo 2026 jadi Hub Pariwisata dan Ekraf Perkuat Ekosistem Ekonomi Jateng

Setelah Kematiannya di Avengers: Endgame, Robert Downey Jr. akan Kembali Perankan Iron Man dalam Proyek Disney Terbaru

Harrison Ford Kembali Jadi Indiana Jones dalam Proyek Terbaru Disney

Polda Jatim Dalami Motif Pelempar Bom Molotov ke Pos Lantas

Pos Lantas Dilempar Molotov, Polda Jatim Pastikan Surabaya Tetap Kondusif

Lada Putih Muntok Bangka Siap Mendunia, Kementerian UMKM Bidik 1.200 Restoran di 63 Negara

Pasar Murah Jatim Tembus 95 Kali, Khofifah Fokus Dekatkan Pangan Terjangkau ke Warga

Unik! Bupati Pacitan Pimpin Upacara HUT RI ke-81 dari Goa Terdalam di Pulau Jawa

Promo HUT RI ke-81! Tiket Whoosh Jakarta-Karawang Mulai Rp8.800, Ini Cara Dapatnya

Bikin Haru! Ojek Pangkalan, Penjaga Kedai Kopi hingga Damkar Dapat Undangan Upacara HUT RI di Istana

Superman Palangka Raya Ikut Padamkan Kebakaran Lahan Gambut akibat El Niño

MURI Catat Rekor Dunia! Merah Putih Membentang 120 Meter dari Apartemen di Depok

BBTE 2026 Targetkan 200 Buyer dan 100 Seller, Borobudur Jadi Hub Pariwisata Jawa Tengah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.