Tawuran Pelajar SMP di Depok, Siswa 13 Tahun Luka Bacok di Kepala

Rabu, 10 Jun 2026, 17:07 WIB

Jakarta - Tawuran antarkelompok pelajar sekolah menengah pertama (SMP) pecah di kawasan Jalan Tiga Putera, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat, dan mengakibatkan seorang siswa mengalami luka bacok di bagian kepala.

​Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (10/6), membenarkan peristiwa tawuran tersebut yang terjadi pada Senin (8/6) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Ket. Foto: ilustrasi tawuran pelajar. — Sumber: Antara

​"Petugas dari Polsek Cinere dan piket fungsi telah mendatangi dan melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP)," katanya.

​Korban diketahui berinisial FIM (13), seorang siswa kelas 7 SMP Citra Bangsa Krukut, warga Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok.

Korban mengalami luka sobek di kepala bagian kiri sepanjang 12 sentimeter yang membutuhkan 9 jahitan, luka sobek di pelipis sepanjang 2 sentimeter dengan 3 jahitan, serta luka lecet di pergelangan tangan akibat terjatuh ke aspal.

Chairul menerangkan kronologi kejadian bermula ketika korban FIM dijemput oleh rekannya, D, menggunakan sepeda motor pada Senin (8/6) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

"Keduanya kemudian menjemput rekan lainnya, R, lalu bergerak menuju area Makam Kopo Limo," katanya.

​Di lokasi tersebut, keduanya bergabung dengan kelompok aliansi sekolah dari SMP Citra Bangsa dan SMP Utama. Kelompok ini kemudian merencanakan aksi tawuran melawan siswa dari SMP Gelora di kawasan pacuan kuda Limo.

Saat menuju lokasi pacuan kuda, FIM bertindak sebagai pengendara motor (joki) yang membonceng D dan R.

"Namun, setibanya di lokasi, kelompok musuh ternyata memiliki kekuatan yang tidak seimbang. Melihat situasi tersebut, D yang sempat turun untuk memantau situasi segera kembali ke motor, dan mereka memutuskan untuk melarikan diri ke arah Jalan Tiga Putera, Meruyung," kata Chairul.

​Saat melintas di Jalan Tiga Putera, sepeda motor yang dikendarai ketiga remaja tersebut ditendang oleh kelompok lawan hingga terjatuh.

R dan D berhasil menyelamatkan diri dengan cara berlari, sementara FIM menjadi sasaran pembacokan oleh kelompok musuh.

​Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan kepada FIM dan menghubungi pihak keluarganya.

Korban kemudian dilarikan ke Klinik As-Syifa Parung Bingung untuk mendapatkan tindakan medis dan diperbolehkan pulang oleh pihak keluarga untuk menjalani rawat jalan.

​Kompol Chairul Saleh menambahkan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah-langkah cepat pascakejadian, di antaranya mendatangi TKP, memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi termasuk warga setempat, mencari rekaman kamera pengawas (CCTV), serta mengimbau keluarga korban untuk segera membuat Laporan Polisi (LP) resmi.

​"Terkait pembuatan Laporan Polisi, pihak keluarga korban yang diwakili oleh ayah kandungnya menyampaikan akan melakukan perundingan internal keluarga terlebih dahulu," ujar Kapolsek Cinere.

Sebelumnya sebuah video di media sosial Instagram melalui akun @infodepoknews memperlihatkan seorang anak terkapar setelah diduga menjadi korban tawuran di Depok.

Akun tersebut menuliskan seorang remaja terkena luka di kepala diduga akibat bacokan di kawasan Pacuan Kuda, Meruyung, Depok.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.