Tawuran Pelajar di Cikarang Utara, Dua Remaja Tewas, 4 Lainnya Kritis

Kamis, 25 Sep 2025, 13:52 WIB

KABUPATEN BEKASI - Kepolisian Resor Metropolitan (Polrestro) Bekasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tawuran antarkelompok SMK hingga menewaskan dua remaja di Jalur Pantura Jalan Raya Urip Sumoharjo, Kecamatan Cikarang Utara pada Rabu (24/9) malam.

“Anggota kepolisian dari Polsek Cikarang Utara dan Polres Metro Bekasi sudah langsung melakukan olah TKP,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Agta Bhuana Putra di Cikarang, Kamis (25/9).

Ket. Foto: Tawuran pelajar di Jalur Pantura Jalan Raya Urip Sumoharjo, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada Rabu (24/9) malam. — Sumber: antara foto

Agta membenarkan kejadian tawuran tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Usai menerima laporan, petugas langsung menyisir lokasi kejadian guna menemukan senjata tajam yang diduga dibuang oleh para pelajar saat dibubarkan.

Selain dua remaja meninggal dunia, tawuran tersebut turut menyebabkan empat orang lain mengalami kritis akibat luka bacokan senjata tajam.

Seorang wargadi sekitar lokasi kejadian, Irfan, mengatakan bahwa ia tahu ada aksi tawuran pelajar setelah mendengar suara ricuh dari dalam rumah. Saat keluar rumah, dirinya melihat kelompok pelajar itu sudah terlibat bentrokan.

"Kita itu spontanitas ya. Ada keramaian terus saya keluar tuh. Ternyata ada keributan antarpelajar yang saya tahu itu," katanya.

Irfan menyebutkan gerombolan pelajar itu berjumlah lebih dari 20 motor. Warga setempat yang menyaksikan aksi tersebut juga sempat membubarkan kedua kelompok yang terlibat.

"Banyak yang terlibat, lebih dari 20 sepeda motor. Saya sempat ikut membubarkan dan sempat mengikuti juga. Ternyata ada korban juga, salah satunya yang menabrak tiang listrik," katanya.

Irfan mengungkapkan para pelajar itu juga membawa senjata tajam berukuran besar, sehingga warga juga sempat takut saat membubarkan aksi tawuran tersebut.

Sebelumnya, Polres Karawang juga mengamankan sekelompok remaja yang diduga akan melakukan tawuran di sekitar Jembatan Baru Kepuh, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pad aMinggu dini hari lalu.

“Sekelompok remaja yang diduga akan tawuran itu diamankan oleh petugas yang sedang patroli," kata Kasi Humas Polres Karawang IPDA Cep Wildan dalam keterangannya di Karawang.

Ia menyampaikan, pada Minggu dini hari sekitar pukul 3.30 WIB, tim patroli Satuan Samapta Polres Karawang menggelar patroli rutin untuk mengantisipasi tindak kejahatan jalanan, penyakit masyarakat, aksi premanisme, tawuran remaja, serta potensi gangguan kamtibmas lainnya di wilayah hukum Karawang.

Dalam patroli itu, polisi mencurigai sekelompok remaja yang akan melakukan tawuran. Saat dihampiri dan hendak dibawa ke Mapolres Karawang, sekelompok remaja itu mencoba menghindar hingga melakukan perlawanan.

Namun polisi akhirnya bisa melumpuhkan mereka, dan akhirnya mereka dibawa oleh petugas. "Kami juga mengamankan enam unit sepeda motor yang digunakan sekelompok remaja itu," katanya.

Barang bukti lain yang disita polisi ialah delapan bilah senjata tajam, serta satu buah bom molotov.

Selanjutnya, sekelompok remaja berikut barang bukti diserahkan ke unit Reskrim Polsek Karawang Kota untuk proses lebih lanjut.

Para remaja yang diamankan di antaranya berinisial AP (17), A (18), R (20), R (17), dan D (21). Mereka berasal dari berbagai daerah di wilayah Karawang.

Wildan mengatakan, kegiatan patroli yang digelar Satuan Samapta Polres Karawang pada akhir pekan dilaksanakan untuk mengantisipasi tindak kejahatan jalanan (C3), penyakit masyarakat, aksi premanisme, tawuran remaja, serta potensi gangguan kamtibmas lainnya di wilayah l Karawang.

Sebelumnya pada pekan lalu atau Sabtu (13/9) dini hari sekitar pukul 03.10 WIB, dalam patroli rutin, polisi juga menggagalkan aksi tawuran yang diduga akan dilakukan sekelompok remaja di sekitar jalan Interchange Karawang Barat.

Dalam upaya penggagalan tawuran itu, polisi mengamankan tiga remaja yang membawa senjata tajam jenis celurit. Dari mereka yang diamankan, dua di antaranya masih berstatus pelajar, sementara satu lainnya sudah putus sekolah.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.