- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ombak Laut Sukses Buat Es ...
Ombak Laut Sukses Buat Es Antarktika Lebih Cepat Mencair
Rabu, 10 Jun 2026, 19:43 WIBMELBOURNE - Es laut Antarktika mencair jauh lebih cepat pada musim panas akibat efek gabungan ombak laut, banjir permukaan, dan pertumbuhan alga, ungkap penelitian baru yang dipimpin Australia.
Para ilmuwan menemukan bahwa gelombang yang masuk ke daerah-daerah yang tertutup es tidak hanya memecah bongkahan es.
Gelombang tersebut mengikis lapisan salju cerah yang melindungi es di bawahnya dari sinar matahari, membanjiri permukaan dengan air laut, serta menciptakan "kolam ombak" yang menyerap lebih banyak panas matahari, sehingga mempercepat pencairan dari atas, menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Cryosphere pada Selasa (9/6).
Selain itu, es tanpa salju dan kolam gelombang berubah menjadi oasis alga, yang menghijau dan menyerap lebih banyak panas matahari, kata tim yang dipimpin oleh Rob Massom dari Divisi Antarktika Australia (Australian Antarctic Division/AAD), penulis korespondensi studi tersebut.
Penelitian ini mengidentifikasi proses-proses yang dipicu oleh ombak yang menyebabkan permukaan es laut mencair sebagai "bagian yang hilang" dalam memahami apa yang mendorong peningkatan pencairan es laut Antarktika setiap musim panas, menurut ringkasan studi yang diterbitkan di situs web The Conversation.
Para peneliti memperkirakan bahwa banjir, genangan, dan "penghancuran" yang disebabkan oleh gelombang merupakan "akselerator luar biasa" bagi pencairan es, meningkatkan penipisan es lebih dari 4 cm per hari, dengan penghijauan alga menambah penipisan es sebesar 1 cm per hari.
"Kami mengemukakan bahwa umpan balik positif ini diperkuat oleh penghijauan alga yang semakin menggelapkan es, memicu penyerapan sinar matahari lebih lanjut dan pencairan," papar para penulis.
Studi ini menunjukkan bahwa es laut Antarktika dapat berubah menjadi "rakit bongkahan es yang membusuk" atau "lumpur es kehijauan" ketika berinteraksi dengan ombak di Samudra Selatan, salah satu daerah yang paling dipengaruhi badai di dunia.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa peningkatan intensitas angin dan gelombang yang berkaitan dengan perubahan iklim dapat memperkuat dampak ini, dengan implikasi terhadap iklim global dan ekosistem laut. Ant
- Ombak
- Lapisan Es Mencair
- Alga
- Antarktika
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Dukung Operasional, 25 Kopdes Merah Putih di Dharmasraya Sumbar Mulai Bangun Gedung
-
38 Bhante Thudong Internasional Bakal Lakukan Perjalanan dengan Jalan Kaki dari Batam ke Borobudur
-
Bersih-bersih, AS akan Berhentikan 1.000 Tentara Transgender
-
Erupsi Gunung Lewotobi Ganggu Penerbangan: Tiga Bandara di NTT Ditutup, Maskapai Batalkan Penerbangan!
-
Tim SAR Terjunkan Jetski Cari Wisatawan yang Hilang Terseret Mmbak Parangtritis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.