BPOM Tegaskan Pentingnya Penguatan “Self-Care” yang Aman Melalui Regulasi dan Peran Apoteker
Rabu, 10 Jun 2026, 15:15 WIBJAKARTA - Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan pentingnya penguatan ekosistem self-care (swamedikasi) yang aman dan bertanggung jawab. Penguatan tersebut perlu didukung regulasi adaptif, kolaborasi lintas sektor, serta peran strategis apoteker.
Taruna menyoroti pentingnya praktik swamedikasi dalam transformasi sistem kesehatan global. Tema konferensi tahun ini mengangkat penguatan self-care melalui keunggulan regulasi dan kepemimpinan apoteker.
Ia mengungkapkan swamedikasi telah menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Data Badan Pusat Statistik tahun 2025 menunjukkan 78,43 persen masyarakat Indonesia melakukan swamedikasi.
âMemastikan masyarakat yang melakukan self-care memperoleh produk farmasi yang aman, bermutu, dan berkhasiat serta informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Peran regulator bukan untuk membatasi, melainkan membangun keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan dukungan terhadap inovasi kesehatan,â ujar dia pada kegiatan SwipeRx Indonesian Pharmacy Expo & Conference, di The Kasablanka Hall, Jakarta, pada Sabtu (6/6).
Menurut dia, pelaksanaan self-care yang aman membutuhkan landasan regulasi kuat untuk melindungi masyarakat. Perlindungan tersebut mencakup pencegahan penggunaan obat tidak rasional, penyalahgunaan, produk ilegal, serta misinformasi kesehatan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperluas akses produk self-care berkualitas. Sinergi akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah dinilai penting mendorong inovasi serta pemerataan akses.
âMelalui kolaborasi, kita membangun sistem self-care yang aman dan bertanggung jawab. Dengan dukungan rantai distribusi yang andal, sistem pengawasan yang efektif, dan ketersediaan informasi yang terpercaya,â ucap dia.
Sesuai tema âPharmacists at the Heart of Self-Careâ, apoteker memiliki peran sentral dalam swamedikasi. Apoteker menjadi pihak yang berhubungan langsung dengan keamanan, kualitas, serta edukasi masyarakat.
Selain menjaga mutu produk farmasi, apoteker memastikan pengelolaan dan distribusi obat sesuai standar. Mereka juga berperan menghubungkan sains, regulasi, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan masyarakat. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
BPOM temukan jutaan kosmetik ilegal di Tangerang
-
BPOM Perluas Pengawasan Obat Melalui Sosialisasikan Peraturan Nomor 5 Tahun 2026
-
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dorong Pemasangan Sirene Tsunami di Kepulauan Mentawai
-
BPOM tindak pengedaran ilegal N2O
-
Herbalife Perkuat Komitmen Syariah
-
Progres pembangunan Bendungan Jenelata
-
Kemkomdigi Gandeng “Startup” AI Nasional untuk Targetkan Penanganan Judol
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.