Bantul Siapkan Tiga Rute Bus Sekolah untuk Perluas Layanan Pelajar
Rabu, 10 Jun 2026, 17:50 WIBBANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul mulai mematangkan rencana pengoperasian tiga armada bus sekolah guna memperluas layanan transportasi bagi pelajar. Selain menyiapkan armada, Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul juga tengah menyusun pemetaan rute yang akan menjadi prioritas saat seluruh bus mulai beroperasi.
Saat ini, satu bus sekolah telah melayani pelajar di Bantul. Sementara dua armada tambahan yang merupakan bantuan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) direncanakan mulai dioperasikan pada 2027.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul Toto Pamudji Rahardjo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul untuk menentukan jalur yang paling membutuhkan layanan bus sekolah.
"Satu rute yang akan kita prioritaskan adalah dari rekomendasi kajian bus sekolah yang akan melewati area Jetis-Imogiri-Bantul," kata Toto di Yogyakarta, Rabu.
Selain mempertimbangkan kebutuhan transportasi pelajar, penyusunan rute juga diselaraskan dengan arah pembangunan daerah. Salah satunya melalui dukungan terhadap pengembangan kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan atau Pantai Selatan (Pansela).
"Nanti akan kita sandingkan kegiatan penyelenggaraan layanan bus sekolah ini ke jalur pengembangan Pansela," jelasnya.
Menurut Toto, koridor Srandakan-Pandak-Bantul menjadi salah satu wilayah yang diproyeksikan masuk dalam jaringan layanan baru karena dinilai dapat mendukung konektivitas kawasan Pansela.
"Realisasinya pada tahun 2027, nanti kita lihat kebijakannya supaya ada prioritas untuk layanan bus sekolah," katanya.
Secara keseluruhan, Dishub Bantul menyiapkan tiga jalur layanan bus sekolah. Rute pertama melayani wilayah Palbapang-Pandak-Pajangan-Sedayu, rute kedua mencakup Srandakan-Pandak-Bantul, sedangkan rute ketiga melintasi Jetis-Imogiri-Bantul.
Toto memastikan seluruh armada telah siap untuk dioperasikan sesuai jadwal yang direncanakan.
"Armada siap, operator siap, dan semua sudah siap, tinggal pelaksanaan," tegasnya.
Ia menambahkan seluruh bus sekolah tersebut akan menggunakan pelat kendaraan pemerintah daerah atau pelat merah.
Di sisi lain, Dishub Bantul juga telah memperhitungkan potensi kenaikan biaya operasional akibat meningkatnya harga bahan bakar minyak nonsubsidi. Penyesuaian tersebut telah dimasukkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) agar layanan dapat berjalan berkelanjutan.
"Kami tetap mengedepankan layanan publik, ini juga untuk mendukung pendidikan anak," kata Toto.
Toto menjelaskan, armada bantuan dari KPK berupa bus medium berkapasitas 23 penumpang, sedangkan bus bantuan Kemenhub mampu mengangkut hingga 16 penumpang. Kehadiran dua armada tambahan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan transportasi bagi pelajar di berbagai wilayah Bantul.
Berita Terkait:
-
IPN Gandeng Unhas dan Perusahaan Tiongkok, Targetkan Produksi Padi 12 Ton per Hektare
-
Hadapi Ancaman El Nino, Mentan Santai: Indonesia Sudah Punya Pengalaman
-
Serat Palilah Diserahkan, Warga Pedak Baru Bantul Dapat Kepastian Tinggal
-
Bantul Perkuat Koperasi Merah Putih Lewat Kebijakan dan Sistem Digital
-
Perlu Antisipasi Dini Risiko Stagflasi Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.