Pemkab Bantul Pastikan Kuota SPMB 2026 Diperkirakan Cukup untuk Seluruh Lulusan.

Selasa, 09 Jun 2026, 06:20 WIB

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melalui Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) memperkirakan kuota Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini bisa mencukupi jumlah lulusan, baik di jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Kuota yang disediakan untuk jenjang SD negeri dan swasta ada sebanyak 18.084 kursi," kata Sekretaris Dikpora Bantul Titik Sunarti Widyaningsih, di Yogyakarta, Senin. 

Ket. Foto: Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang pendidikan SD di Kabupaten Bantul, Provinsi DIY pada Rabu (22/4). — Sumber: Antara Foto

Menurutnya, kuota untuk jenjang SD tersebut jumlahnya cukup untuk menampung seluruh lulusan TK B dan RA (Raudhatul Athfal) yang pada tahun ini ada sebanyak 14.310 murid. "Kemudian kuota SPMB jenjang SMP negeri dan swasta tahun ini ada sebanyak 15.482 kursi," katanya.

Ia juga memperkirakan jumlah kuota untuk jenjang SMP tersebut mencukupi untuk menampung jumlah lulusan SD/MI/Paket A yang tahun ini tercatat sebanyak 12.936 siswa. 

"Jadi kuota yang tersedia masih cukup banyak," kata Titik. 

Ia menjelaskan tahapan SPMB saat ini memasuki batas akhir verifikasi akun untuk jenjang SMP, sementara jenjang SD sudah rampung pada pekan lalu. 

SPMB SD tahun ini, lanjut Titik, telah berlangsung sejak 2-4 Juni lalu untuk pendaftaran dan pengumuman pada 4 Juni, sementara untuk daftar ulang dilaksanakan selama 4-5 Juni lalu. 

"Bagi calon murid yang tidak daftar ulang sampai batas waktu dianggap mengundurkan diri," jelasnya.

Titik menyebut SPMB jenjang SMP saat ini tengah memasuki masa akhir verifikasi pengajuan akun yang sudah berlangsung sejak 2-9 Juni lalu dan akan dilanjutkan proses pendaftaran pada jalur domisili radius dan prestasi khusus pada 9-11 Juni besok melalui dalam jaringan (daring).

"Karena semuanya daring kami berupaya mengoptimalkan jaringan situs web," kata Titik. 

Pendaftaran jalur afirmasi, prestasi umum, dan mutasi jenjang SMP, lanjut Titik, dimulai pada 22-24 Juni dan terakhir untuk jalur domisili wilayah pendaftaran dilangsungkan pada 29 Juni-1 Juli.

"Bagi calon murid dan orang tua yang kesulitan bisa datang ke kantor kami karena ada posko aduan," jelasnya.

Terpisah, Kepala SMPN 1 Bantul Harjana mengatakan SPMB tahun ini sekolahnya menyediakan kuota sebanyak 320 kursi atau 10 rombongan belajar yang terbagi ke dalam beberapa jalur.

"Mulai jalur domisili radius maksimal 16, domisili wilayah 112, mutasi 16, afirmasi tidak mampu 48, afirmasi disabilitas 16, dan prestasi umum 80 murid," katanya.

Ia menjelaskan sekolah diberi kewenangan untuk melakukan pengecekan terhadap dokumen murid yang diunggah ke dalam situs web pada tahapan verifikasi akun.

"Kami hanya memverifikasi saja, tapi dia belum tentu daftar di SMP kami, bisa jadi dia mengambil di sekolah lain gitu," kata Harjana.

Ia menyebut banyak akun murid masih tidak sesuai syarat dan ketentuan saat proses verifikasi, misalnya terkait dokumen Kartu Keluarga (KK) dan hasil tes psikologi untuk jalur afirmasi.

"Kebanyakan dokumen KK buram atau tidak jelas saat discan, sementara untuk dokumen psikologi itu kan biasanya dari psikolog yang aktif di salah satu perhimpunan, kalau tidak, itu mesti tidak diterima," ucapnya.

Pihak panitia, menurutnya, masih memperbolehkan murid untuk memperbaiki dengan mengirimkan ulang dokumen yang benar dalam kasus tersebut.

  • SPMB Bantul 2026

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.