Jepang Makin Menua, Angka Kelahiran Bayi Merosot Lebih Cepat dari Prediksi

Sabtu, 06 Jun 2026, 13:37 WIB

TOKYO - Data Pemerintah Jepang yang dirilis pada Rabu (3/6) menunjukkan bahwa jumlah bayi yang lahir di Jepang dari warga negara Jepang turun ke rekor terendah, yakni 671.236 pada 2025.

Sementara itu, tingkat kesuburan total di negara tersebut juga merosot ke level terendah baru.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/CHARLY TRIBALLEAU

Jumlah bayi yang lahir turun 2,2 persen atau sebanyak 14.937 bayi dari tahun sebelumnya, mencapai rekor terendah sejak pencatatan statistik dimulai pada 1899.

Sementara itu, tingkat kesuburan, yakni rata-rata jumlah anak yang diperkirakan akan dilahirkan seorang wanita selama masa hidupnya, turun tipis 0,01 poin persentase menjadi 1,14.

Kedua indikator itu mengalami penurunan selama 10 tahun berturut-turut, sebut data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang.

Penurunan angka kelahiran itu terjadi sekitar 15 tahun lebih cepat dari perkiraan. Pada 2023, Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial (National Institute of Population and Social Security Research) Jepang memperkirakan angka kelahiran di Jepang akan turun ke kisaran 670.000 pada 2040-an.

Sementara, data tersebut juga mengungkapkan angka kematian menurun untuk pertama kalinya dalam lima tahun, turun sebanyak 15.889 menjadi 1.589.489, kemungkinan disebabkan oleh berbagai faktor seperti penurunan angka kematian akibat COVID-19.

Meski demikian, angka kematian masih melampaui angka kelahiran sebanyak 918.253 jiwa, menandai 19 tahun berturut-turut terjadinya penurunan alamiah populasi.

Angka kelahiran di Jepang turun tajam menjadi sekitar 686.000 pada 2024, turun di bawah ambang batas 700.000 untuk pertama kalinya sejak pencatatan dimulai pada 1899. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.