Telkom Dorong Kedaulatan Digital Nasional Lewat Penguatan Cloud, AI, dan Keamanan Siber
Jumat, 05 Jun 2026, 16:50 WIBJAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mempertegas komitmennya dalam membangun kedaulatan digital nasional melalui penyelenggaraan Forum Kedaulatan Digital Nasional di Telkom Landmark Tower, Jakarta. Forum tersebut mempertemukan regulator, BUMN strategis, pelanggan enterprise, dan mitra teknologi global untuk memperkuat fondasi digital Indonesia yang lebih aman dan mandiri.
Fokus utama forum diarahkan pada pengembangan tiga pilar strategis, yakni sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity. Ketiga pilar tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar Indonesia mampu mengelola data, teknologi kecerdasan buatan, serta sistem keamanan digital secara berkelanjutan di dalam negeri.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Sonny Hendra Sudaryana menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan data nasional. Menurutnya, penguatan kapasitas digital juga diperlukan untuk memastikan transformasi digital berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.
"Penguatan sovereign cloud, AI, dan cybersecurity menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan data nasional, meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia, serta memastikan transformasi digital nasional dapat berjalan secara aman, inklusif, dan berkelanjutan," ujar Sonny.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan kedaulatan digital kini tidak lagi sekadar isu teknologi semata. Ia menilai penguasaan terhadap data, cloud, AI, dan keamanan siber menjadi faktor penentu daya saing bangsa di tengah perkembangan ekonomi digital global.
"Kedaulatan digital bukan lagi sekadar isu teknologi, melainkan fondasi daya saing, ketahanan, dan keberlanjutan bangsa di masa depan. Indonesia harus mampu membangun kendali atas data, AI, cloud, dan keamanan sibernya sendiri agar tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi arsitek masa depan digitalnya sendiri," kata Seno.
Dalam forum tersebut, Telkom juga memperkenalkan penguatan inisiatif AdyaCakra sebagai sovereign digital stack yang mengintegrasikan kapabilitas nasional dengan teknologi global. Platform tersebut mencakup layanan cloud melalui NeuCentrIX dan NeutraDC, pengembangan AI melalui AI Hub dan Agentic AI BigBox, serta sistem keamanan digital melalui Telkom CSOC dan sovereign threat intelligence.
Selain menghadirkan diskusi strategis, forum juga ditandai dengan penandatanganan Intentional Collaboration bersama delapan mitra teknologi global. Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat transfer pengetahuan, pengembangan kapabilitas nasional, serta pemanfaatan teknologi yang mampu memberikan nilai tambah bagi berbagai sektor industri di Indonesia.
Melalui forum ini, Telkom mendorong penyusunan blueprint dan roadmap kolaborasi yang lebih konkret antara pemerintah, regulator, dunia usaha, dan mitra teknologi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi digital nasional sekaligus mendukung terwujudnya Visi Digital Indonesia 2030 dan agenda transformasi TLKM 30.
- BUMN
- PT Telkom Indonesia
- artificial intelligence (AI)
- Keamanan Siber
- Kedaulatan Digital
- Telkom
- sovereign cloud
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Infrastruktur Siap AI Penting untuk Dorong Ekonomi Digital Indonesia
-
AI Sebagai "Penyebab Munculnya" Celah Keamanan Siber
-
Antisipasi Kemarau Panjang El Nino, Petani Dilarang untuk Membakar Lahan
-
Telkom dan Katadata Perkuat Ekosistem AI Lewat Kolaborasi dengan Universitas Udayana
-
340 Ribu Orang Menggunakan Kereta Api Selama Libur Panjang Paskah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.