Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Pangkas Tarif Alat Pertanian

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trump Pangkas Tarif Alat Pertanian Doc: AFP/Frederic J BROWN
Ket. Pekerja pertanian bekerja di ladang-ladang di Bakersfield, Kern County, lumbung pangan California, baru-baru ini.

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menandatangani perintah pada Selasa (2/6) untuk menurunkan tarif impor sejumlah peralatan pertanian dan mesin industri. Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya tekanan biaya yang dihadapi petani dan produsen akibat gejolak di Timur Tengah.

Dilansir dari The Straits Times, berdasarkan kebijakan baru tersebut, tarif impor untuk berbagai peralatan pertanian, termasuk mesin pemanen dan sejumlah mesin industri lainnya, dipangkas dari 25 persen menjadi 15 persen.

Gedung Putih juga menyatakan perusahaan asing dapat memperoleh tarif yang lebih rendah, yakni 10 persen, apabila peralatan manufaktur yang mereka impor mengandung sedikitnya 85 persen baja atau aluminium yang diproduksi di AS.

Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 8 Juni 2026 dan direncanakan berlangsung hingga 31 Desember 2027.

Langkah ini diambil setelah petani AS menyampaikan kekhawatiran terhadap meningkatnya biaya produksi menjelang pemilihan paruh waktu. Tekanan terhadap sektor pertanian juga semakin besar akibat lonjakan harga bahan bakar diesel dan pupuk yang dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Situasi semakin memburuk setelah konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran memicu gangguan di Selat Hormuz. Jalur perairan tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi terpenting dunia yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global serta menjadi jalur utama perdagangan pupuk internasional.

Gangguan pada jalur tersebut turut mendorong kenaikan harga aluminium karena sebagian besar pengiriman logam dari kawasan Timur Tengah bergantung pada rute tersebut.

Dalam perintah yang ditandatangani pada 1 Juni, Trump menyatakan bahwa kondisi terkini telah memberikan dampak terhadap berbagai industri dalam negeri yang menggunakan peralatan pertanian, mesin industri, dan produk terkait lainnya.

Biaya Produksi

Kebijakan terbaru ini menjadi penyesuaian lanjutan terhadap tarif baja dan aluminium yang sebelumnya diberlakukan pemerintahan Trump. Sejumlah pelaku industri sebelumnya menilai tarif tersebut meningkatkan beban biaya produksi.

Saat ini, tarif AS untuk impor baja, aluminium, dan tembaga secara umum berada pada level 50 persen. Pada April lalu, Trump juga telah menyesuaikan kebijakan tarif dengan memangkas bea masuk untuk sejumlah produk yang mengandung logam tersebut menjadi 25 persen guna menyederhanakan sistem pengenaan tarif.

Selain peralatan pertanian, tarif yang lebih rendah sebesar 15 persen juga akan diberlakukan untuk sejumlah sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara (HVAC) yang sebagian besar digunakan untuk kebutuhan perumahan. Langkah ini diharapkan dapat membantu menekan biaya bagi sektor manufaktur dan konsumen di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Kemen PU Bangun 9 Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Kemen PU Bangun 9 Sekolah R...
Luar Negeri
Sekjen Desak Pengaturan “...
Advertisement
Fenomena "Sound Horeg" Seniman Jatim Akui Sekarang Sudah Kelewat Batas!

Fenomena "Sound Horeg" Seniman Jatim Akui Sekarang Sudah Kelewat Batas!

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.