Pemkot Bandung dan Brimob Polda Jabar Perkuat Tim Anti Begal dan Patroli Gabungan
Rabu, 03 Jun 2026, 14:58 WIBBANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat langkah pencegahan kejahatan jalanan dengan membentuk tim antibegal bersama jajaran kepolisian, termasuk Satuan Brimob Polda Jawa Barat.
Langkah ini ditegaskan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam jumpa pers di Balai Kota Bandung, Selasa (2/6).
Wali Kota Farhan menyebut, pembentukan tim antibegal merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolda Jawa Barat. Meski belum dalam kondisi darurat, Pemkot Bandung memilih melakukan langkah preventif sebelum kasus semakin meningkat.
âDarurat sih tidak, tapi mumpung belum darurat, lebih baik kita cegah dari sekarang,â ujar Wali Kota Farhan.
Menurut dia, indikasi peningkatan kasus begal terlihat dari laporan yang hampir muncul setiap pekan. Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi prioritas utama.
Dalam pelaksanaannya, patroli gabungan akan diperkuat melalui dua program, yakni âJawara Saktiâ dan âUjang Barongâ. Program Jawara Sakti merupakan kolaborasi Satpol PP dengan masyarakat melalui konsep jaga wilayah bersama warga dan Satlinmas aktif terintegrasi.
Sedangkan, Ujang Barong merupakan inisiatif kepolisian yang melibatkan unsur kewilayahan dan masyarakat dalam kegiatan ronda bersama guna menjaga keamanan lingkungan.
Wali Kota Farhan mengatakan, seluruh unsur akan bergerak aktif di lapangan dan tidak hanya menunggu laporan kejadian. âPrinsipnya tidak boleh ada yang menunggu. Kalau menunggu, kejadian sudah terlambat,â tegas dia.
Selain itu, tim Prabu yang sudah ada sebelumnya akan diperkuat untuk mendukung operasi di lapangan. Personel dari Brimob, polisi, hingga Satpol PP akan disebar ke berbagai titik, mulai dari kawasan wisata, permukiman hingga wilayah perbatasan.
Terkait penindakan, Wali Kota Farhan memastikan aparat tetap mengedepankan perlindungan hak sipil. Namun, tindakan tegas terukur akan dilakukan apabila pelaku mengancam keselamatan jiwa.
âKalau memang mengancam, tentu ada penindakan tegas. Tapi kalau bisa dilumpuhkan, kita bawa ke kantor,â ujar dia.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Jawa Barat, Kombes Zuhdi Batubara, menuturkan pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam menjaga keamanan wilayah.
Ia menyebut, tugas pengamanan akan jauh lebih ringan apabila dilakukan sejak tahap pencegahan melalui sinergi lintas instansi.
âKami tidak hanya menjalankan tugas pokok, tapi juga melakukan langkah-langkah awal mitigasi bersama pemerintah daerah dan unsur terkait,â ujar dia.
Zuhdi menilai, Kota Bandung memiliki peran strategis sebagai penopang ibu kota provinsi sekaligus destinasi wisata, sehingga stabilitas keamanan harus dijaga bersama.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas di tengah tingginya aktivitas masyarakat, termasuk saat momen besar seperti euforia kemenangan Persib yang sebelumnya berlangsung tertib.
âKolaborasi ini penting agar kamtibmas tetap terjaga dengan baik dan citra Kota Bandung tetap positif,â kata. ils/I-1
- Polda Jabar
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
- Antibegal
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Wali Kota: Grand Design Kependudukan Jadi Panduan Bandung Menuju 2045
-
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur
-
Pemkot Bandung Siapkan Penguatan Ketahanan Pangan
-
Wali Kota Bandung Catat Asia Africa Festival 2026 Didatangi 259 Ribu Pengunjung
-
Wali Kota: Aktivasi Bandara Husein Perkuat Investasi dan Pariwisata Bandung-Malaysia
-
Walkot Farhan Wanti-wanti BPBD Bandung Akan Potensi Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau
-
Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bandung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.