Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kutai Timur Genjot Pertanian dan Peternakan Jadi Motor Ekonomi Baru, Target Tinggalkan Ketergantungan Tambang

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kutai Timur Genjot Pertanian dan Peternakan Jadi Motor Ekonomi Baru, Target Tinggalkan Ketergantungan Tambang Doc: Antara
Ket. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman (di fodium) saat di depan mahasiswa Stiper Kutim, Selasa (2/6).

Sangatta, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, mulai mempercepat transformasi ekonomi daerah dengan mendorong sektor pertanian dan peternakan sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi, menggantikan dominasi sektor pertambangan yang selama ini menjadi andalan.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa pertanian dalam arti luas, khususnya peternakan, menjadi bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi baru daerah.

“Kutim memiliki lahan dan sumber daya besar untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan yang diharapkan menjadi daya dorong pertumbuhan ekonomi baru,” kata Ardiansyah dalam Talkshow di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Kutim, Sangatta, Selasa (2/6).

Menurutnya, sektor pertanian di Kutim berkembang pesat sejak 2023 hingga 2026, terutama setelah hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang turut mendorong kebutuhan pangan di wilayah sekitar.

Pengembangan dilakukan melalui perluasan lahan, pemanfaatan teknologi pertanian, serta diversifikasi komoditas pangan.

Saat ini, luas lahan sawah di Kutim mencapai 2.638 hektare dengan target penambahan 1.106 hektare, di mana sekitar 400 hektare telah terealisasi. Pemerintah daerah juga menargetkan pengembangan jangka panjang hingga 20.000 hektare.

Dari sisi produksi, padi Kutai Timur pada 2025 mencapai 13.200 ton gabah per tahun atau setara 7.500 ton beras, meningkat sekitar 40 persen dibanding 2023. Produktivitas juga naik dari 3,9–4 ton per hektare menjadi 5–7 ton per hektare.

Selain lahan pertanian, Pemkab Kutim juga mengembangkan program rehabilitasi lahan eks tambang untuk mendukung ketahanan pangan. Saat ini sekitar 328 hektare lahan bekas tambang telah dimanfaatkan untuk tanaman jagung, singkong, dan palawija.

Di sektor peternakan, perkembangan juga menunjukkan tren positif. Populasi sapi meningkat dari sekitar 13.500 ekor pada 2023 menjadi 15.000 ekor pada 2025, dengan target 24.000 ekor pada 2027.

Sementara itu, populasi kambing dan domba stabil di angka 8.200 ekor, kerbau sekitar 1.800 ekor yang banyak tersebar di wilayah rawa seperti Muara Wahau dan Kaubun. Untuk unggas, populasi mencapai 2,4 juta ekor dengan produksi telur meningkat hingga 40 persen dan hampir mencukupi kebutuhan lokal.

Pemerintah daerah juga menjalankan sejumlah program penguatan peternakan seperti Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) serta inseminasi buatan massal dengan target 500 ekor per tahun yang ditargetkan menghasilkan sedikitnya 100 pedet.

Ardiansyah juga mendorong generasi muda agar tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi berani terjun langsung memanfaatkan peluang di sektor pertanian dan peternakan.

“Jangan banyak wacana, karena yang dibutuhkan adalah aksi nyata. Peluang di sektor peternakan dan pertanian sangat terbuka, tinggal siapa yang mau menjadi pelakunya,” tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.