• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • 7 Tanda Kecemasan Tingkat ...

7 Tanda Kecemasan Tingkat Tinggi di Tempat Kerja yang Tidak Anda Sadari

Selasa, 02 Jun 2026, 10:55 WIB

Kecemasan fungsional tinggi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada perasaan internal yang dialami seseorang di tempat kerja meskipun mereka tampak unggul dalam melakukan tugas.

Tanda-tanda kondisi kesehatan mental seperti kecemasan seringkali terlewatkan atau dinormalisasi dalam budaya kerja, karena memiliki efek positif pada produktivitas dan kinerja secara keseluruhan.

Ket. Foto: — Sumber: NDTV

Stigma sosial dan fakta bahwa banyak orang menghakimi sebelum memahami kondisi kesehatan mental seringkali membuat orang menyembunyikan pengalaman mereka dan mencegah mereka untuk membicarakannya secara terbuka.

Kecemasan fungsional tinggi dapat bermanifestasi secara diam-diam dengan tanda-tanda yang membuat Anda merasa tidak sehat. Dr. Nimesh Desai, seorang psikiatris, menjelaskan secara detail bagaimana Anda dapat mengelola kecemasan fungsional tinggi secara efektif, seperti dilansir NDTV.

1. Terlalu Banyak Berpikir

Pola kecemasan fungsional tinggi membuat orang yang mengalaminya memutar ulang realitas di kepala mereka dan memikirkan hasil lain yang lebih menguntungkan dari apa yang sebenarnya mereka inginkan. Ini dapat melibatkan memutar ulang rapat, email, dan percakapan di kepala Anda serta memikirkan apa yang bisa Anda lakukan secara berbeda untuk menghasilkan hasil yang lebih baik dan menguntungkan.

2. Perfeksionisme

Perfeksionis merupakan salah satu kemungkinan tanda kecemasan tingkat tinggi, karena penderitanya takut melakukan kesalahan. Selain itu, kritik diri yang berlebihan juga merupakan efek samping yang menyebabkan orang terlalu teliti dalam mengamati tindakan sehari-hari dan memikirkan kemungkinan hasil alternatif yang dapat membuat mereka tampak tanpa cela di mata orang lain.

3. Kesulitan Mematikan Pikiran

Tanda lain yang mungkin adalah kesulitan untuk mematikan pikiran setelah bekerja, terus-menerus memikirkan apa yang masih harus dicapai. Jika mendapati diri Anda memikirkan pekerjaan bahkan setelah jam kerja, maka Anda perlu menetapkan batasan yang lebih baik di tempat kerja untuk menjaga menjaga kesehatan mental Anda.

4. Bekerja Terlalu Keras untuk Mengatasi Masalah

Ketika seseorang mengalami episode kecemasan tingakt tinggi, mereka cenderung bekerja terlalu keras untuk mengatasi kecemasan tersebut. Otak mereka beralih untuk mengerjakan lebih banyak tugas lagi guna mengalihkan perhatian dan menghindari perasaan cemas sejak awal. Siklus terus-menerus bekerja terlalu keras untuk mengatasi kecemasan mendorong orang menuju kelelahan (burnout), yang memiliki dampak pada kesehatan fisik dan mental yang berlangsung cukup lama.

Anda perlu menenangkan dan memusatkan pikiran serta memisahkan kehidupan dan pekerjaan untuk memastikan otak Anda dapat mengatasi tantangan secara efektif.

5. Gejala Fisik

Gejala fisik dari kecemasan fungsional tinggi dapat berupa sakit kepala, kelelahan, dan bahkan ketegangan otot karena tubuh dan otak saling terhubung. Ketika otak terus-menerus tegang, begitu pula tubuh, dan hal ini cenderung mengakibatkan gejala fisik yang mungkin tidak hilang kecuali dilakukan pembersihan mental.

6. Kebutuhan akan Kontrol

Kebutuhan akan kontrol adalah tanda lain dari kecemasan fungsional tinggi, dan hal ini juga dapat menyebabkan kesulitan dalam mendelegasikan tugas. Ini terutama umum terjadi di kalangan manajer dan mereka yang berada di posisi manajemen yang harus memimpin tim yang terdiri dari orang-orang dengan kepribadian yang berbeda.

Akibat dari tanda ini juga dapat menyebabkan perasaan cemas ketika anggota tim tidak menawarkan dukungan mereka dalam tugas-tugas kolektif yang membutuhkan kontribusi dari setiap anggota tim.

7. Takut Gagal Meskipun Sukses

Kecemasan fungsional tinggi seringkali membuat orang merasa bahwa mereka dapat gagal kapan saja meskipun sukses di tempat kerja. Manifestasi yang paling banyak dibicarakan dalam hal ini adalah sindrom impostor yang membuat orang merasa tidak pantas berada di posisi yang mereka miliki dan dapat gagal kapan saja. Orang lain pantas mendapatkan posisi ini, dan Anda telah memperoleh posisi ini secara tidak sah, jadi Anda harus membuktikan diri dengan menenggelamkan diri dalam tugas-tugas pekerjaan tambahan.

Mengapa Kecemasan Tingkat Tinggi Seringkali Tidak Terdeteksi?

Kecemasan fungsional tinggi seringkali tidak disadari karena masyarakat menghargai produktivitas. Stigma kesehatan mental ada di tempat kerja karena orang menilai reaksi eksternal daripada memahami motivasi internal. Anggapan umum bahwa sibuk berarti sukses tidaklah berdasar, karena secara internal orang mungkin berjuang hanya untuk bertahan hidup.

Penting untuk dicatat bahwa kecemasan fungsional tinggi tidak secara formal didiagnosis dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5), tetapi orang mengalaminya setiap hari.

Cara Sederhana Mengelola Kecemasan Tingkat Tinggi

Jika Anda mencari cara untuk mengelola kecemasan tingkat tinggi secara efektif dan mengendalikan kesejahteraan mental, maka Anda harus: 

  • Tetapkan batasan di tempat kerja yang menyeimbangkan komitmen profesional dan kebutuhan akan waktu pribadi Anda.
  • Lakukan latihan pernapasan dalam dan luangkan waktu istirahat singkat yang terencana untuk memberi waktu istirahat bagi pikiran dan tubuh Anda.
  • Batasi kebiasaan memeriksa email dan pesan secara berlebihan yang dapat memicu otak Anda untuk beralih ke mode kecemasan tingkat tinggi.
  • Carilah terapi atau konseling untuk mendapatkan saran ahli, dan kemampuan untuk secara terbuka menyampaikan kekhawatiran Anda di tempat yang tidak menghakimi dapat membantu penyembuhan mental.

Kecemasan fungsional tinggi adalah kondisi yang dapat dikelola yang membutuhkan identifikasi gejala dan penanganan tepat waktu. Anda perlu menyadari apa yang dirasakan dan tidak takut akan bagaimana atau apa yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mental Anda. Dengan demikian, Anda dapat mencegah kelelahan yang mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih, baik secara fisik maupun mental.

  • Kesehatan Mental

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.